Tampilkan postingan dengan label Konsep Badan Usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konsep Badan Usaha. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Februari 2016

Mencermati Kasus Robohnya 5 Perusahaan Raksasa Jepang : Sony, Panasonic, Sharp, Toshiba dan Sanyo.


Hari-hari ini, langit di atas kota Tokyo terasa begitu kelabu. Ada kegetiran yang mencekam di balik gedung-gedung raksasa yang menjulang di sana. Industri elektronika mereka yang begitu digdaya 20 tahun silam, pelan-pelan memasuki lorong kegelapan yang terasa begitu perih.

Bulan lalu, Sony diikuti Panasonic dan Sharp mengumumkan angka kerugian trilyunan rupiah. Harga-harga saham mereka roboh berkeping-keping. Sanyo bahkan harus rela menjual dirinya lantaran sudah hampir kolaps. Sharp berencana menutup divisi AC dan TV Aquos-nya. Sony dan Panasonic akan mem-PHK ribuan karyawan mereka. Dan Toshiba? Sebentar lagi divisi notebook-nya mungkin akan bangkrut (setelah produk televisi mereka juga mati).


Adakah ini pertanda salam sayonara harus dikumandangkan? 
Mengapa kegagalan demi kegagalan terus menghujam industri elektronika raksasa Jepang itu?
Mari kita akan coba menelisiknya.

Serbuan Samsung dan LG itu mungkin terasa begitu telak. Di mata orang Jepang, kedua produk Korea itu tampak seperti predator yang telah meremuk-redamkan mereka di mana-mana. Di sisi lain, produk-produk elektronika dari China dan produk domestik dengan harga yang amat murah juga terus menggerus pasar produk Jepang.


Lalu, dalam kategori digital gadgets, Apple telah membuat Sony tampak seperti robot yang bodoh dan tolol.

What was wrong? 
Kenapa perusahaan-perusahaan top Jepang itu jadi seperti pecundang? 
Ada tiga faktor penyebab fundamental yang bisa kita petik sebagai pelajaran.

  • Faktor 1 : Harmony Culture Error.
Dalam era digital seperti saat ini, kecepatan adalah kunci. Speed in decision making. Speed in product development. Speed in product launch. Dan persis di titik vital ini, perusahaan Jepang termehek-mehek lantaran budaya mereka yang mengangungkan harmoni dan konsensus.

Datanglah ke perusahaan Jepang, dan Anda pasti akan melihat kultur kerja yang sangat mementingkan konsensus. Top manajemen Jepang bisa rapat berminggu-minggu sekedar untuk menemukan konsensus mengenai produk apa yang akan diluncurkan. Dan begitu rapat mereka selesai, Samsung atau LG sudah keluar dengan produk baru, dan para senior manajer Jepang itu hanya bisa melongo.

Budaya yang mementingkan konsensus membuat perusahaan-perusahaan Jepang lamban mengambil keputusan (dan dalam era digital ini artinya tragedi).

Budaya yang menjaga harmoni juga membuat ide-ide kreatif yang radikal nyaris tidak pernah bisa mekar. Sebab mereka keburu mati : dijadikan tumbal demi menjaga “keindahan budaya harmoni”. Ouch.

  • Faktor 2 : Seniority Error.
Dalam era digital, inovasi adalah oksigen. Inovasi adalah nafas yang terus mengalir. Sayangnya, budaya inovasi ini tidak kompatibel dengan budaya kerja yang mementingkan senioritas serta budaya sungkan pada atasan.

Sialnya, nyaris semua perusahaan-perusahaan Jepang memelihara budaya senioritas. Datanglah ke perusahaan Jepang, dan hampir pasti Anda tidak akan menemukan Senior Managers dalam usia 30-an tahun. Never. Istilah Rising Stars dan Young Creative Guy adalah keanehan.

Promosi dihampir semua perusahaan Jepang menggunakan metode urut kacang. Yang tua pasti didahulukan, no matter what. Dan ini dia : di perusahaan Jepang, loyalitas pasti akan sampai pensiun. Jadi terus bekerja di satu tempat sampai pensiun adalah kelaziman.

Lalu apa artinya semua itu bagi inovasi ? Kematian dini. Ya, dalam budaya senioritas dan loyalitas permanen, benih-benih inovasi akan mudah layu, dan kemudian semaput. Masuk ICU lalu mati.


  • Faktor 3 : Old Nation Error.
Faktor terakhir ini mungkin ada kaitannya dengan faktor kedua. Dan juga dengan aspek demografi. Jepang adalah negeri yang menua. Maksudnya, lebih dari separo penduduk Jepang berusia di atas 50 tahun.

Implikasinya : mayoritas Senior Manager di beragam perusahaan Jepang masuk dalam kategori itu. Kategori karyawan yang sudah menua.

Disini hukum alam berlaku. Karyawan yang sudah menua, dan bertahun-tahun bekerja pada lingkungan yang sama, biasanya kurang peka dengan perubahan yang berlangsung cepat. Ada comfort zone yang bersemayam dalam raga manajer-manajer senior dan tua itu.

Dan sekali lagi, apa artinya itu bagi nafas inovasi? Sama : nafas inovasi akan selalu berjalan dengan tersengal-sengal.

Demikianlah, tiga faktor fundamental yang menjadi penyebab utama mengapa raksasa-raksasa elektronika Jepang limbung. Tanpa ada perubahan radikal pada tiga elemen di atas, masa depan Japan Co mungkin akan selalu berada dalam bayang-bayang kematian.

Penulis : Yodhia Antariksa
Symber : Strategimanajemen.net, dikutip dari : jakartagreater.com, 15 Pebruari 2016.

Rabu, 25 November 2015

Rahasia A-Z untuk Membangun Bisnis dari NOL !



Apakah Anda adalah seorang yang sedang merangkai mimpi menjadi seorang pengusaha yang sukses? 
Jika iya, Anda pasti tahu bahwa Anda memiliki banyak kebutuhan yang harus Anda penuhi. Mulai dari rencana bisnis, modal dan lain sebagainya. Anda mungkin berpikir bahwa memulai sebuah bisnis adalah sebauh hal yang sangat sulit untuk dilakukan, dan tentu saja ini membuat Anda harus mengorbankan banyak hal agar bisa menjadi pengusaha sukses.

Tapi dengan tips berikut ini Anda tidak perlu lagi bingung, karena kami akan membahas setiap kebutuhan membangun bisnis dari A sampai dengan Z. Apa saja ya kira-kira?

A – Act Now
Apapun bisnisnya, resiko menjadi suatu hal yang wajar Anda dapatkan dan bahkan harus Anda terima. Namun inilah yang membuat pengusaha dapat meraih suksesnya. Mereka yang mau mengambil resiko adalah mereka yang mau untuk sukses.1 Sejalan dengan ini banyak orang yang memiliki banyak ide besar, namun tidak semua dari mereka yang memiliki tindakan yang nyata.

B – Brand Yourself
Salah satu langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah membangun merek. Itu artinya Anda mulai memilih dan menentukan nama bisnis Anda, merancang logo dan membangun tampilan website dan juga nuansa yang akan ada di dalam kantor Anda nantinya. Melakukan hal ini sejak dini akan memudahkan Anda membangun identitas merek dan menjual berbagai macam produk atau jasa di kemudian hari.

C – Create
Salah satu yang dapat mendukung branding Anda di awal adalah dengan membangun website bisnis Anda sendiri. Mulai dari website company profile ataupun website toko online. Jika dirasa Anda tidak memiliki keahlian untuk ini, Anda bisa menyewa jasa pembuat website instan yang sudah banyak di Indonesia, seperti Jagoanstore atau Jagoanweb.

D – Distinguish Yourself
Anda harusnya tahu bagaimana cara membedakan diri dengan kompetitor Anda. Dan membuatnya sangat jelas di mata pelanggan Anda. Anda bisa menjelaskan secara singkat apa keunggulan yang akan didapatkan pelanggan ketika mereka membeli produk Anda.

E – Email Marketing
Dimanapun dan apapun yang Anda jual, email marketing sangat penting untuk tetap Anda gunakan. Terlebih ketika Anda mulai beralih menggunakan media online untuk menjalankan bisnis. Ini akan sangat membantu Anda mendapatkan leads bisnis dan juga mempromosikan bisnis Anda ke berbagai orang di seluruh dunia yang sudah Anda miliki emailnya. Anda bisa mendapatkan leads email lebih banyak dengan cara yang pernah di ulas pada artikel berikut ini.

F – Financial Matters First
Menjalankan bisnis tentu akan membuat Anda banyak berkutat dengan urusan akuntansi dan pajak. Ini bukan hanya untuk bisnis Anda dengan pelanggan, tapi juga dengan instansi yang berhubungan dengan bisnis Anda. Jika memang diperlukan, bagi pemula dalam bisnis Anda bisa menyewa jasa konsultan keuangan untuk membantu mengatur urusan keuangan Anda.

G – Get Back to People Right Away
Jika pelanggan mengirimkan email kepada Anda, tanggapi dengan cepat. Begitupun ketika mereka menelepon Anda, usahakan untuk bisa menjawab dan menyelesaikan masalah mereka secepat mungkin. Bisnis Anda juga harus menjadi responsif, ini akan membangun kredibilitas bisnis Anda dihadapan pelanggan.

H – Hit the Pavement
Tahukah Anda tidak ada bisnis yang bisa bertahan tanpa memiliki jaringan yang kuat. Ini membuat kita yang ingin sukses membangun bisnis perlu memperkenalkan diri untuk setiap pemilik bisnis ataupun masyarakat di lingkungan tempat bisnis kita. Ini jelas akan sangat mempengaruhi berjalannya bisnis kita di kemudian hari. Anda pun bisa mulai mencetak kartu nama untuk digunakan ketiak berkenalan dengan orang yang baru Anda temui.

I – Identify Your Niche
“Lebih baik menjadi ikan yang besar di kolam kecil, daripada menjadi ikan kecil di laut yang luas” Ungkapan ini mungkin ada benarnya jika diterapkan untuk bisnis. Melalui ungkapan ini, setiap pemilik bisnis disarankan untuk menemukan pasar mereka sendiri. Sehingga mereka mampu berkembang dengan baik di pasar yang mereka ciptakan sendiri.

J – Join the Local Chamber of Commerce
Anda tidak perlu khawatir tidak menemukan rekan bisnis ataupun pelanggan baru di bisnis Anda. Sebab kini sudah banyak komunitas bisnis yang bisa Anda ikuti. Pada komunitas ini Anda akan menemukan koneksi atau jaringan baru dan juga pelanggan baru. Bergabunglah dengan mereka, dan Anda akan dengan mudah menemukan celah untuk bisa sukses mengembangkan bisnis.

K – Know Your Customers
Jika Anda tidak tahu dan tidak mengenal siapa pelanggan Anda, bagaimana Anda bisa membuat mereka mau membeli produk Anda? Mengerti pelanggan memang bukan usaha yang kecil, namun mengenal mereka bisa kita lakukan dengan banyak cara. Mulai dari memilih targe yang spesifik dan kemudian mengambil waktu Anda untuk mempelajari dan mencaritahu apa yang mereka inginkan. Setelah itu Anda akan lebih mudah memasarkan produk dan memberikan layanan yang luar biasa kepada mereka.

L – Love What You Do
Cintailah apapun yang Anda kerjakan. Ini sangat berguna ketika Anda baru mulai membangun bisnis. Apapun yang menjadi kesukaan atau yang menjadi hobbi Anda akan jauh lebih mudah dan menyenangkan untuk Anda lakukan bukan?

M – Mom Matters
Anda tentu tahu tidak dapat mengerjakan apapun dengan usaha sendiri. Ini bukan hanya berlaku untuk pelanggan dan rekan bisnis Anda. Anda juga bisa mulai mendnegarkan nasehat bahkan kritikan yang disampaikan teman dan keluarga terkait bisnis yang sedang Anda jalankan ini.

N – Network Like Crazy
Sadarkah Anda setiap orang yang Anda temui memiliki potensial untuk bisnis Anda kedepannya. Dan kemampuan Anda dalam berkomunikasi dengan mereka akan membuat Anda mudah untuk mendapatkan lebih banyak koneksi bisnis. Ketika Anda mampu menjadi pendengar dan teman ngobrol yang baik, mereka tidak akan ragu untuk mengajak Anda bekerja sama untuk hal bisnis di kemudian hari.

O – Open Yourself to Possibilities
Anda tentu memiliki pikiran bahwa ada sesuatu yang tidak mungkin dilakukan ketika Anda menjalankan sebuah bisnis. Tapi dalam hal bisnis, Anda harus tahu tidak ada yang tidak mungkin untuk Anda kerjakan dan Anda dapatkan.

P – Professionalism
Dari segi apapun bisnis yang sedang Anda kerjakan saat ini, cobalah menjadi orang yang profesional dimanapun dan kapanpun Anda berada. Baik di komunikasi langsung ataupun tidak langsung seperti email.

Q – Question Everything
Menjadi pengusaha membuat Anda harus mau tahu lebih banyak. Ini akan membuat Anda banyak bertanya dan belajar tentang apapun yang harusnya Anda tahu, bahkan lebih dari itu.

R – Returning Customers
Banyak pebisnis yang mengatakan, jauh lebih mudah membuat pelanggan lama kembali ketimbang memulai semuanya dari awal. Tetap jaga hubungan baik dengan pelanggan Anda. Dan salah satu cara untuk membuat mereka mau kembali lagi adalah dengan menawarkan sesuatu yang unik pada pelanggan setia Anda.

S – Socialize
Baik di dunia nyata ataupun di dunia online, Anda harus memiliki peran yang besar di sosial media. Bukan hanya sekedar untuk tahu perkembangan terbaru seputar bisnis Anda, tapi juga untuk lebih dekat dan mengenal siapa pelanggan Anda.

T – Teach a Free Class
Jika Anda memiliki keahlian yang spesifik, cobalah berbagi dengan masyarakat setempat. Cobalah membangun bisnis di area yang sudah sangat akrab dengan Anda. Ini juga akan jauh lebih baik dan lebih mudah.

U – Under Promise, Over Deliver
Jangan memberi banyak janji yang belum jelas bisa Anda penuhi. Harapan yang Anda berikan kepada pelanggan merupakan segalanya bagi kita. Namun itu akan menjadi bomerang ketika kita tidak bisa memenuhinya.

V – VIP Treatment
Jika Anda ingin membuat setiap pelanggan Anda merasa bahwa mereka spesial, maka Anda bisa memberikan pelayanan VIP, mulai dari melakukan panggilan telepon, menjawab setiap pertanyaan mereka dan memenuhi setiap kebutuhan mereka. Ketika pelanggan senang, maka itulah kunci kesuksesan bisnis Anda.

W – Word of Mouth
Jika Anda pernah mendengar hal ini, maka itu saatnya Anda mulai menerapkan strategi bisnis Word of Mouth. Dengan menggunakan rekomendasi bisnis dari orang lain, maka kita bisa mendapatkan banyak pelanggan baru untuk bisnis kita. Buatlah pelanggan kita senang dan mau merekomendasikan bisnis kita kepada orang lain.

X – Xcellence
Menjadi orang yang ahli pada sesuatu yang mereka lakukan tentu bukanlah hal yang mudah. Tapi ketika Anda sudah berkomitmen menjalankan bisnis, tentu apapun itu akan Anda lakukan dengan sangat baik demi mendapatkan hasil yang baik juga.

Y – Your Personal Integrity
Integrasi bukan hanya terjadi pada kehidupan Anda, itu adalah komponen penting bagi mereka yang sedang membangun sebuah bisnis yang sukses. Hal ini berlaku untuk produk Anda, hubungan dengan karyawan dan transparansi dengan klienpun akan berjalan dengan baik.

Z – Zzzs
Yang terakhir adalah perbanyaklah waktu istirahat Anda. Tapi ini bukan tanpa aturan, sebab menjadi pebisnis akan membuat Anda mempergunakan waktu sebaik mungkin untuk bekerja dan juga beristirahat. Itu sebabnya Anda harus pintar-pintar mengatur waktu agar antara pekerjaan dan kehidupan pribadi Anda bisa berjalan dengan baik.

Nah, bagaimana sekarang? 
Anda yang sedang terpikir untuk mendirikan bisnis bisa langsung mulai menerapkan berbagai kebutuhan untuk membangun bisnis dari sekarang. Anda juga bisa mulai mengikuti berbagai sesi inspirasi atau seminar yang banyak dilakukan oleh komunitas – komunitas bisnis di Indonesia. Melalui seminar ini Anda akan menemukan lebih banyak cara untuk mengembangkan bisnis.

Sumber : mebiso.com, 19 November 2015.

Kamis, 19 Maret 2015

Pengusaha "Dilahirkan" atau "Diciptakan" ?

berani mengambil resiko

Apakah seorang pengusaha itu dilahirkan (born) atau diciptakan (made)?

Menurut saya, keduanya merupakan jawaban yang tepat karena seorang pengusaha sejati tidak mungkin berasal hanya dari salah satunya saja. 

Born berhubungan dengan bakat dan potensi sang anak yang melekat pada dirinya pada saat lahir ke dunia. Namun bakat dan potensi saja tidaklah cukup. Made menjadi faktor penting lainnya dalam membentuk karakter dan kepribadian dengan cara membekali sang anak dengan ilmu, ketrampilan serta lingkungan yang baik.

Entrepreneur is not only born but also made. Dahulu, kewirausahaan dianggap sebagai bakat yang dibawa sejak lahir sehingga tidak dapat dipelajari. Sekarang, kewirausahaan ternyata bisa dipelajari dan tidak cukup hanya mengandalkan bakat saja. Oleh karena itu, kombinasi antara born dan made menjadi sangat penting dalam membentuk kepribadian seorang pengusaha yang tangguh.

Saya percaya bahwa setiap anak yang dilahirkan ke muka bumi ini memiliki bakat dan potensi yang spesial. Namun itu saja tidak cukup. Anak juga harus diberikan berbagai macam ketrampilan yang dapat digunakan saat nanti mulai menjalankan usahanya. Ketrampilan bukanlah ilmu pasti yang bisa dipelajari di bangku sekolah, namun didapat dengan langsung mempraktekkannya, atau istilahnya learning by doing. Selain ketrampilan, mengasah mental pun sangat penting agar nantinya dia bisa bangkit saat menghadapi kegagalan. 

Hal-hal seperti ini sangat penting diajarkan sejak kecil agar anak tidak manja dan bermalas-malasan. Orangtua juga harus menanamkan sikap mandiri kepada anak, sehingga nanti saat dewasa dia akan tumbuh menjadi seorang pengusaha yang tidak cengeng dan selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi pekerjaannya.

Banyak negara maju yang telah mengajarkan kewirausahaan sejak dini. Sejak tahun 1970 di berbagai universitas terkemuka di Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa lainnya sudah diajarkan tentang konsep kewirausahaan. Pada tahun 1980-an, konsep tersebut mulai diperkenalkan sejak bangku sekolah, dan bukan lagi hanya di bangku kuliah. Sehingga wajar saja, negara-negara tersebut memiliki pengusaha yang berkualitas karena sudah dipersiapkan dengan baik dan terencana. 

David C Mclelland dalam bukunya The Achieving Society, mengatakan bahwa paling tidak dibutuhkan 2 persen pengusaha dari total jumlah penduduk agar sebuah negara menjadi makmur dan sejahtera. Jika mengacu perhitungan tersebut, berarti dari total 250 juta penduduk Indonesia, minimal harus ada 5 juta pengusaha untuk membangun negara ini dalam bidang ekonomi. 

Namun menurut saya, 2 persen bukanlah angka ideal. Sebagai negara yang besar, paling tidak Indonesia membutuhkan minimal 5 persen dari total populasinya, atau sekitar 12,5 juta orang. Sebagai perbandingan, jumlah pengusaha di Singapura 10 persen, Jepang 15 persen, China 16 persen dan Amerika Serikat 18 persen dari total penduduknya.

Kementerian Koperasi dan UKM mengeluarkan data tentang jumlah pengusaha Indonesia di tahun 2015 yang mengalami peningkatan cukup signifikan dari tahun-tahun sebelumnya. Saat ini, total pengusaha di Indonesia berada di kisaran angka 1,5 persen (3,75 juta). Saya optimis angka ini akan terus tumbuh hingga mencapai 5 persen dalam kisaran waktu 5-10 tahun. Syaratnya, Indonesia bisa menaikkan tingkatan ease of doing business (kemudahan melakukan bisnis) ke level 50 besar dunia.

International Finance Corporation (IFC), anggota dari Bank Dunia, melansir laporan bertajuk Doing Business 2015. Data tersebut merangkum tentang kemudahan berbisnis di suatu negara yang terdiri dari berbagai faktor. Indonesia menempati posisi ke-114, naik 3 peringkat dari posisi ke-117 di tahun 2014. 

Tapi tentu, hasil ini tidaklah menggembirakan karena kita jauh tertinggal dibanding negara-negara ASEAN lainnya. Singapura di urutan pertama, Malaysia di urutan ke-6, Thailand di urutan ke-18, Brunei Darussalam di urutan ke-59, Vietnam di urutan ke-99 dan Filipina di urutan ke-108.

Faktor lingkungan juga berpengaruh dalam membentuk karakteristik anak untuk menjadi seorang pengusaha. Para orangtua selalu memberi nasihat yang sama bagi anak-anaknya, “Kamu harus rajin belajar ya, biar nanti kalau sudah besar bisa kerja di perusahaan yang bagus dan mendapat gaji yang besar.” Nasihat seperti ini akhirnya membentuk pola pikir sang anak untuk lebih memilih menjadi karyawan dibanding pengusaha.

Sistem pendidikan di Indonesia tidak mengajarkan kreativitas dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan dengan baik. Kampus-kampus lebih banyak menciptakan para pencari kerja dibanding pembuat lapangan kerja. Setiap tahunnya, jumlah orang yang berbaris untuk mendapat pekerjaan selalu bertambah dari tahun sebelumnya.

Saya pribadi berpendapat bahwa justru pendidikan adalah sektor terpenting dalam menciptakan para pengusaha baru. Memang betul bahwa ada cerita tentang para pengusaha sukses yang tidak lulus kuliah atau bahkan drop out dari kampus, seperti Bill Gates, Steve Jobs, Michael Dell, Mark Zuckerberg, dll.

Namun yang tidak diketahui oleh orang banyak, ternyata mereka sudah melatih dirinya di luar kampus untuk menjadi seorang pengusaha handal. Mereka sudah membangun jejaring dari usia yang sangat muda dengan orang-orang yang berpotensi akan bekerjasama di masa depan. Sehingga, mereka bukan belajar di sekolah formal, melainkan sekolah jalanan.

Tentu tidak semua orang bisa seperti itu, maka dari itu dibutuhkan sistem pendidikan tentang kewirausahaan di bangku sekolah agar setiap anak sudah disiapkan menjadi pengusaha sejak dini. Hal ini penting karena seorang pengusaha tidak dibuat dalam waktu sekejap, melainkan melalui proses yang panjang sejak kecil. 

Apa yang terjadi pada tahun-tahun pertama kehidupan Anda akan membuat perbedaan yang sangat berarti dalam tahapan berikutnya. 

Penulis : Muhammad Assad
Sumber : bisniskeuangan.kompas.com, Rabu, 4 Februari 2015, 07:08 WIB.

Perbedaan Antara Pengusaha Yang Sesungguhnya dan Mereka Yang Masih Sekadar Bercita-cita.

tidak hanya berorientasi pada uang

Sukses menjadi seorang wirausahawan kini menjadi mimpi banyak orang. Tidak heran, profesi sebagai seorang pengusaha memang dianggap menjanjikan banyak keuntungan. Tidak sedikit orang yang bermimpi, berharap suatu hari nanti bisa punya perusahaan yang besar dengan pendapatan nan menjanjikan.

Namun, mewujudkan mimpi demi menjadi pengusaha juga bukan hal mudah. Kasarnya, kamu harus rela “membanting tulang” untuk mencapai cita-cita itu. Akan banyak tantangan yang menghadang jalanmu sebelum mencapai kesuksesan dan sah disebut sebagai seorang entrepreneur jempolan.

Agar niatmu jadi pengusaha semakin terpacu, kamu harus tahu perbedaan antara mereka yang sudah sukses jadi pengusaha dan mereka yang masih sekadar bercita-cita saja. Simak, yuk!

  • Pengusaha yang Sesungguhnya Tak Suka Membusungkan Dada. Mereka yang Sekadar Bercita-cita Bisa Jadi Bersikap Semena-mena

Punya usaha besar yang telah dikenal oleh banyak orang tentu membuat orang rasa bangga datang. Hal tersebut menjadi wajar mengingat untuk sampai di titik itu sudah banyak kesulitan yang berhasil dia takhlukkan. Limpahan materi juga menjadi alasan tambahan, mengapa sebenarnya mereka pantas untuk membusungkan dada. Keberhasilan yang kini telah diraih menjadi sebuah capaian yang memang pantas untuk membuatnya berbangga.

Meskipun punya prestasi yang pantas untuk dibanggakan, hal tersebut tak lantas membuat mereka menjadi pribadi yang sombong secara berlebihan. Rasa rendah hati dan terus mau belajar menjadi ciri khas dari sikap mereka. Sikap ini jugalah yang pada akhirnya mengantar mereka ke puncak keberhasilan yang lebih tinggi lagi.

  • Seorang Pengusaha Akan Berusaha Optimis. Mereka Tak Mudah Menangis Sekalipun Perjuangan Mencapai Kesuksesan Terasa Tragis

Menjadi seorang pengusaha bukanlah hal yang mudah dilakukan. Berbagai kesulitan, tantangan, bahkan hambatan mungkin saja menghampirimu dalam perjalanan menuju kesuksesan. Mulai dari pengalaman ditipu orang, dimaki-maki pelanggan, uang dibawa kabur vendor, serta berbagai kesulitan lainnya adalah bagian dari kehidupan sehari-hari seorang pengusaha.

Namun meski harus menjalani hari-hari yang sulit, bukan berarti mereka akan berhenti begitu saja. Berbagai tantangan tersebut justru mencambuk mereka untuk menjadi orang yang lebih baik lagi. Alih-alih merasa bahwa sudah tidak ada lagi harapan saat kesulitan datang, mereka justru sibuk menemukan beribu kesempatan. Jiwa mereka selalu dipenuhi oleh energi positif yang membuat mereka selalu mampu bangkit lagi ketika tantangan datang menguji.

  • Para Pengusaha Percaya Bahwa Kegagalan Tak Perlu Dirisaukan. Mereka yang Sekadar Bercita-cita Justru Memilih Mundur Lantaran Ketakutan

Jika kamu pernah mendengar saran bahwa seorang pengusaha yang baik itu berani mengambil resiko maka  saran itu harus kamu dengar. Alasannya adalah karena dengan keberanian kamu memiliki peluang untuk mendapatkan keuntungan diharapkan. Sementara sikap ‘bermain aman’ hanya akan membuatmu berada pada satu fase yang itu-itu saja.

Berani mengambil resiko di sini bukan berarti dilakukan dengan tanpa perhitungan. Kamu tetap harus mempertimbangkan berbagai aspek yang dibutuhkan. Hanya yang menjadi penekanan di sini adalah bahwa mereka yang sudah berhasil mencatatkan namanya sebagai pengusaha sukses adalah golongan orang berani mengambil resiko. Kegagalan tidak dipandang sebagai sosok menakutkan yang harus mati-matian dihindari. Sebaliknya kegagalan tersebut justru dijadikan pengalaman belajar yang membuat mereka bisa lebih baik lagi ke depannya.

  • Seseorang yang Berjiwa Pengusaha Percaya Bahwa Uang Bukanlah Segalanya. Dia Tak Mudah Terbuai Harta Atau Hasrat Menjadi Kaya Raya

Seorang pengusaha sejati tidak hanya berorientasi pada besaran nominal uang yang diterima saja. Menghasilkan produk atau jasa yang berguna bagi banyak orang juga menjadi cita-cita jangka panjang mereka. Itu artinya, ketika menghasilkan produk atau jasa tak lantas membuat mereka melupakan manfaat produknya bagi orang lain. Tidak hanya berjuang membuat barang atau jasa yang ditawarkan laku dibeli tapi juga memikirkan manfaat dari barang dagangan itu sendiri.

Dengan menghasilkan barang yang berguna bagi banyak orang maka hal tersebut akan membuat banyak orang membuthkan produk itu dalam jangka waktu yang lama. Pada intinya bisnis yang dirintis tidak selalu soal besaran jumlah uang yang didapat tapi juga bagaimana menghasilkan barang yang memberikan banyak manfaat.

  • Mereka Tahu Bahwa Sukses Tak Bisa Datang Dalam Semalam. Mereka Akan Bekerja Keras Tanpa Mau Peduli Siang dan Malam

Kamu keliru jika membayangkan bahwa hidup seorang pengusaha selalu dikelilingi dengan berbagai kemudahan. Namun, jadi pengusaha bukannya bersenang-senang, justru bekerja mati-matian demi mencapai kesuksesan. Kerja keras yang dilakukan memang belum tentu terlihat, namun bukan berarti mereka bisa berleha-leha ketika memperjuangkan keberhasilan.

Saat banyak karyawan biasa tertidur di malam hari untuk melepas rasa lelah setelah seharian bekerja, para pengusaha sukses bisa jadi sibuk memikirkan hal apa lagi yang bisa dilakukan untuk memajukan usaha mereka. Sekali pun memiliki title ‘bos’ hal tersebut tak lantas membuat mereka bekerja lebih ringan dari yang lainnya. Kesadaran akan pentingnya bekerja keras demi mencapai keberhasilan itulah yang membuat mereka tak lelah untuk terus berusaha.

  • Dia yang Sekadar Ingin Jadi Pengusaha Hanya Akan Menunggu Kesempatan Datang. Pengusaha yang Sesungguhnya Justru Berjuang Menciptakan Peluang

Para pengusaha sukses tahu betul untuk menggapai keberhasilan mereka tidak harus menunggu sebuah kesempatan datang. Sebaliknya kesempatan itu harus diciptakan agar segera datang. Hal tersebut membuat mereka seringkali dilihat sebagai orang yang selalu beruntung. Padahal, keberuntungan tersebut tidak datang begitu saja melainkan suatu hal yang senantiasa diusahakan.

Kesadaran akan pentingnya mengejar kesempatan membuat mereka bertumbuh jadi pribadi yang enggan menyerah sekalipun berhadapan dengan kebuntuan. Selalu mencari jalan keluar adalah moto hidup yang tidak pernah dilupakan. Mereka tahu betul bahwa memiliki karakter sebagai pekerja keras adalah modal utama guna mencapai keberhasilan dalam angannya.

  • Jaringan Pertemanan Akan Dibuat Seluas-luasnya. Seorang Pengusaha Percaya, Pergaulan yang Itu-Itu Saja Tak Bisa Membawa Mereka Berjaya

Bercita-cita menjadi pengusaha sukses namun enggan memperluas pertemanan? Yakinlah hal tersebut justru membuatmu sulit menggapai keberhasilan. Dengan membuat jaringan pertemanan yang lebar akan memungkinkan kamu bertemu dengan banyak orang yang potensial untuk diajak bekerja sama membangun usaha.

Hal ini juga bisa membuatmu belajar beragam ilmu dari orang yang kamu temui nantinya. Luasnya jaringan pertemanan menjadi modal penting untuk seorang pengusaha menjaga kelangsungan usahanya. Dengan menjaga kualitas pertemanan tersebut juga membuat pengusaha bisa belajar lebih banyak hal baru.

Nah, gimana? 
Sudahkah kamu jadi pengusaha yang sesungguhnya, atau saat ini masih sekadar bercita-cita saja? Apapun itu, jangan mudah menyerah dalam perjalanan menuju cita-citamu dan teruslah berusaha demi merawat mimpi-mimpimu!

Penulis : Priscilla Silaen 
Sumber : www.hipwee.com, 27 Pebruari 2015.

Inilah Perbedaan Mentalitas Pengusaha Vs Karyawan !


Saat memutuskan ingin berwirausaha, apakah Anda sudah berpikir dan bertindak layaknya seorang pengusaha? Atau jangan-jangan hanya tampilan luar saja yang ingin terlihat sebagai seorang pengusaha tapi cara berpikir dan bertindak Anda masih seperti seorang karyawan?

Pertama, perlu dipahami terlebih dahulu, bahwa menjadi pengusaha atau karyawan itu sama baiknya. Ini adalah sebuah pilihan dan tidak ada yang lebih baik di antara keduanya, karena setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tentu tidak semua orang cocok menjadi pengusaha dan begitu juga tidak semua orang cocok menjadi karyawan. 

Ada orang-orang yang senang dengan ketidakpastian, suka mencoba sesuatu hal yang baru dan bersemangat bertemu dengan orang-orang yang berbeda. Tipe seperti ini cocok menjadi pengusaha. Ada juga mereka yang senang dengan kepastian, melakukan pekerjaan sesuai aturan perusahaan dan lebih senang berada di belakang layar. Tipe seperti ini cocok menjadi karyawan. 

Lalu mana yang lebih baik? 
Bagi saya pribadi dua-duanya baik, karena setiap orang bisa menjadi pengusaha sukses atau menjadi karyawan teladan.


Menjadi pengusaha itu tidak semudah seperti apa yang terlihat. Jangan pernah berpikir bahwa pengusaha itu hidupnya pasti enak terus. Salah besar! Seorang pengusaha harus mempunyai visi dan misi yang brilian, ide dan gagasan yang cemerlang, kemampuan manajemen yang baik, siap mengorbankan waktu bersama keluarga dan memiliki tanggung jawab yang besar terhadap para karyawan. 

Anggapan bahwa pengusaha itu selalu hidup enak terjadi karena biasanya di seminar-seminar kewirausahaan, para pembicara sering menampilkan tokoh-tokoh pengusaha sukses yang bergaya hidup mewah dan bergelimangan harta. 

Namun apakah Anda tahu bagaimana awal mula mereka merintis bisnis? 
Apakah Anda tahu apa saja yang sudah mereka korbankan untuk mencapai kesuksesan itu? 

Semua pencapaian yang telah diraih oleh para pengusaha sukses pastinya tidak mudah. Banyak orang hanya melihat dari apa yang telah diraih oleh para pengusaha tersebut: sukses, terkenal dan memiliki uang berlimpah. Tapi di belakang itu, sesungguhnya kerja keras, keringat dan air mata mewarnai perjalanan hidupnya. 

Media pun lebih tertarik menampilkan sosok-sosok inspiratif yang sudah sukses dan akhirnya masyarakat pun banyak yang menilai salah tentang hal tersebut. Seolah-olah menjadi pengusaha itu pasti berhasil, kaya raya dan hidup bergelimang harta. Nyatanya, tidak demikian adanya.

Saya merasakan betul bagaimana jatuh bangunnya membangun sebuah usaha. Saya harus melakukan penghematan di masa-masa awal, bahkan tidak jarang harus berkorban untuk karyawan dan kelangsungan usaha. Waktu awal saya mendirikan Rayyan Capital di tahun 2012, saya dan partner (Edwin Rahmat) tidak mendapatkan gaji selama setahun. Beberapa kali kami sampai harus memutar otak bagaimana tetap bisa membayar gaji karyawan meskipun tidak ada pemasukan sama sekali.

Baru di tahun kedua kami mulai mendapat keuntungan dari usaha yang dijalankan dan bisa menggaji diri sendiri. Itupun setelah para karyawan mendapatkan haknya. Kami menikmati masa-masa itu karena yakin bahwa ini adalah proses yang harus dilalui untuk mencapai kesuksesan. Saya bilang ke Edwyn waktu itu, “We are building our own empire. Keep working hard and be patient.”

Kami harus mengencangkan ikat pinggang di masa-masa awal dengan tujuan untuk mengembangkan bisnis menjadi lebih besar lagi. Kami tidak berpikir bahwa saat sudah mendapat passive income, itulah waktunya untuk berhura-hura menghabiskan uang. Karena target kami adalah mengubah passive income menjadi massive passive income! Baru setelah itu kami bisa dengan tenang menikmatinya.

Demikianlah adanya, bahwa perjuangan menuju kesuksesan itu tidak mudah dan penuh jalan terjal. Di balik 10 pengusaha sukses negeri ini, ada 100 pengusaha lain yang tidak pernah berhasil dalam menjalankan usahanya. Di belakang mereka, ada lagi 100 pengusaha yang belum mendapatkan modal untuk menjalankan usahanya. Di belakang mereka ada lagi 100 pengusaha lainnya dengan proposal bisnis yang belum selesai dan tertutup debu di laci. Dan di balik setiap dari mereka ada 100 orang yang bermimpi suatu hari dapat menjadi seorang pengusaha.

Hal-hal seperti inilah yang salah dipahami oleh kebanyakan mereka yang ingin terjun dan mulai berwirausaha. Para calon pengusaha merasa bahwa kesuksesan itu pasti sudah ada di depan mata dengan ilmu dan ketrampilan yang seadanya. Ini ibarat berlayar menuju samudra tanpa membawa bekal yang cukup. Nekat bin keblinger!


Menjadi seorang pengusaha itu harus selalu siap untuk mengelola risiko, kapanpun dan dimanapun. Dalam kondisi sesulit apapun, Anda harus mampu bertahan. Jangan sampai baru gagal sekali sudah menyerah, baru jatuh sekali sudah kapok. Karena itu, jangan pernah bermimpi menjadi seorang pengusaha sukses jika tidak siap dengan segala risikonya. 
  • Siapkah Anda bekerja keras siang dan malam? 
  • Siapkah Anda mengorbankan waktu berkumpul bersama keluarga? 
  • Siapkah Anda menghadapi resiko yang mungkin tidak pernah terpikir sebelumnya? 
  • Siapkah Anda untuk mengencangkan ikat pinggang dalam proses membangun kerajaan bisnis? 
  • Siapkah Anda meninggalkan comfort zone dan berjuang untuk mengejar mimpi?

Jika jawaban semuanya YA, maka Anda sudah siap menjadi seorang pengusaha!

Penulis : Muhammad Assad
Sumber : bisniskeuangan.kompas.com, Rabu, 18 Maret 2015, 06:17 WIB.

Senin, 10 November 2014

Saatnya Kita Merenung Kembali Arti Kepahlawanan.

NOAH - HERO (Official Video)

Hari ini tanggal 10 Nopember 2014 kita memperingati "Hari Pahlawan", gema kepahlawanan bergaung di seluruh pelosok Indonesia. Kita mengenang jasa mereka yang telah gugur demi kemerdekaan kita dari derita penjajahan. 

Adalah sebuah keprihatinan bagi kita para generasi tua, untuk para generasi muda yang merasa "mereka "belum merdeka". Ya mereka memang belum pernah merasakan bagaimana sengsaranya orang yang "terjajah". Mereka merasa belum merdeka karena adanya pemahaman: Merdeka adalah kebebasan melakukan tindakan yang mereka sukai tanpa larangan, baik dari undang-undang, peraturan adat, kebiasaan disiplin dikeluarga, dan lain-lain. Kemerdekaan adalah kebebasan melakukan aktivitas kehidupan dengan tetap memperhatikan hak dan kewajiban sebagai warga negara, warga masyarakat dalam kerangka dan batasan bertanggungjawab.

Kita sering melihat anaik-anak muda merasa terjajah oleh perasaan "galau" oleh sebab-sebab yang sepele. Dan bagi mereka rasa galau bisa serasa kiamat bagi kehidupan mereka. 

Saatnya kita bangkit, kita berdiri dan memandang masa depan kita ":
  1. Bagi pahlawan kita berdoa semoga arwah mereka diterima disisi Tuhan dan diberikan penghargaan yang layak sesuai amal dan jasanya, 
  2. Bagi pahlawan yang masih hidup kita berikan penghargaan dengan penghormatan atas pengabdiannya terhadap pendirian dan perintisan pembangunan Indonesia.
  3. Bagi anda dan saya jadilah pahlawan masa kini yang menebar kebaikan terhadap sesama melalui karya dan usaha kita dalam memajukan dan mengharumkan nama bangsa.


Terlepas dari semuanya itu hidupkan semangat kepahlawanan sesuai jaman masa kini, dimana kepahlawanan adalah berbuat kebaikan bagi mereka yang membutuhkan. dan perlu kita pahami oleh mereka yang kita bantu kita bisa juga disebut "PAHLAWAN".

Minggu, 25 Mei 2014

Sudah Kuatkah "Brand" Anda? Kenali Cirinya !


Kunci sukses brand, baik merek dagang maupun personal brand, tak hanya dipengaruhi keunikan atau inovasinya. Pakar Branding, Amalia Maulana, mengatakan, kekuatan suatu brand (merek dagang atau personal), punya pengaruh besar terhadap kesuksesan suatu produk atau seseorang dalam kariernya. Brand yang kuat akan lebih mampu bertahan dalam persaingan. 

"Mereka sudah punya pengikut setianya sendiri. Sekalipun ada banyak saingan tapi pengikut setianya tidak akan berpaling dari brand Anda," kata Amalia saat sharing session Brandmate: Mengubah Just Friend Menjadi Soulmate di Kantor Kompas Gramedia, Palmerah Barat, Jakarta Barat, Jumat (23/5/2014). 

Bagaimana dengan brand Anda? 
Sudahkah brand Anda dikenal dan melekat erat di pikiran orang lain? Kenali tanda-tanda brand yang kuat berikut ini:


1. Dikenal

Bila bicara merek dagang, sebuah brand yang kuat sudah pasti dikenal baik oleh target konsumen yang ditentukannya.

"Setiap bisnis harus selalu memiliki target konsumen yang disasar sesuai dengan jenis produk atau jasa yang dimilikinya. Oleh karenanya sangat penting, brand Anda harus dikenal oleh target market Anda sendiri. Tidak harus selalu dikenal semua lapisan yang penting pesan brand sudah sesuai dengan target konsumen," katanya. 

Sementara jika bicara personal branding, bagaimana diri Anda dikenal oleh orang-orang yang berhubungan dengan Anda dalam pekerjaan, kehidupan pribadi, komunitas, keluarga, akan menentukan seberapa kuat sosok Anda ada dalam benak mereka.


2. Disukai

Setelah dikenal, sebuah brand yang kuat sudah pasti disukai. Amalia mengatakan, brand yang disukai ini memiliki persepsi yang baik dan juga memiliki citra yang baik di mata konsumennya, atau dipersepsikan oleh orang lain jika bicara personal brand. 

Misalnya, sebuah produk minuman disukai karena memiliki kualitas baik dan konsisten menjaga kualitasnya tersebut, atau sebuah produk disukai karena kemasannya yang menarik. Sementara kalau bicara personal brand, bagaimana seseorang dikenal oleh banyak pihak dan ia juga disukai oleh semua orang. 


3. Dipilih

Brand yang kuat pasti memiliki daya jual yang lebih tinggi dan menjadi pilihan prioritas dibandingkan yang lainnya. Sekalipun banyak produk serupa yang ditawarkan di pasaran, konsumen tak akan berpaling ke brand lainnya. 

"Ini adalah proses terberat dalam proses branding karena cukup sulit untuk membuat konsumen mau memilih brand, kembali memilih dan tidak mau yang lain," kata perempuan yang juga berprofesi sebagai dosen di sekolah bisnis ini.

Sedangkan dalam personal branding, seseorang yang memiliki brand kuat, ia akan dengan mudahnya dipilih karena kualitas yang dimilikinya. Jangan heran bila ada atasan yang hanya mempercayakan satu orang saja dalam menjalankan tugas tertentu, atau saat wawancara kerja, seseorang dengan personal brand yang kuat akan lebih mudah menarik perhatian dan mendapatkan pekerjaan dalam waktu singkat. Perusahaan takkan lama memutuskan untuk merekrut seseorang dengan personal brand yang kuat.


4. Memiliki brand ambassador

Sebuah brand akan menjadi sangat kuat ketika memiliki brand ambassador. Hanya saja brand ambassador ini bukanlah sosok selebriti yang didapuk untuk mewakili brand. Brand ambassador yang dimaksud adalah seorang konsumen setia yang sudah kenal baik dengan brand yang tanpa disadari akan mengajak orang-orang lain untuk ikut memilih brand Anda. 

"Konsumen setia itu akan memberi referensi kepada orang lain untuk ikut memilih brand Anda karena dianggap memiliki banyak kelebihan dibanding brand lain," ujarnya.

Dalam personal branding, brand ambassador adalah mereka, teman, keluarga, kolega yang selalu bicara positif tentang Anda bahkan merekomendasikan Anda pada setiap kesempatan.


5. Memiliki brand guardian

"Pencapaian terbesar sebuah brand adalah memiliki brand guardian atau kelompok pembelanya," kata Amalia. 

Kelompok pembela ini akan dengan sukarela membantu brand Anda ketika menghadapi masalah brand.

Jadi, kalau sebuah merek dagang mendapatkan kesan negatif dari sebagian konsumen, maka konsumen lain (brand guardian) akan membelanya. Sedangkan dalam personal branding, kalau ada pihak tertentu yang menjelekkan nama Anda dan merusak reputasi, selalu akan ada orang-orang (brand guardian) yang menyelamatkan reputasi Anda karena mereka bicara tulus mengenai siapa Anda yang dikenal baik oleh mereka. 

Bagaimana, sudah kuatkah brand Anda?

Penulis : Christina Andhika Setyanti
Editor : Wardah Fajri
Sumber : http://female.kompas.com/, Sabtu, 24 Mei 2014, 17:20 WIB.

Selasa, 11 Februari 2014

Undang-undang Perdagangan Disahkan, Bagaimana Pemerintah Mengatur Traksaksi on-line?


Setelah berpuluh tahun, akhirnya negeri ini memiliki undang-undang perdagangan. Rapat paripurna DPR yang digelar Selasa 11 Februari 2014, menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) Perdagangan isahkan menjadi undang-undang. Sebelumnya rancangan undang-undang usulan pemerintah ini sudah melewati serangkaian pembahasan di Komisi VI bersama Kementerian Perdagangan dan rampung pada Rabu 29 Januari 2014 lalu.

Sinyal persetujuan itu, bahkan sudah dirasakan semenjak Senin 10 Februari 2014, sebab semua fraksi dalam komisi yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, usaha kecil dan menengah, dan badan usaha milik negara itu menyetujui draf RUU Perdagangan ini. Mereka adalah Fraksi PKS, Fraksi Hanura, Fraksi PAN, Fraksi Golkar, Fraksi Demokrat, Fraksi PKB, Fraksi PPP, dan Fraksi Gerindra. Adapun lima fraksi partai yang disetujui tanpa catatan, yakni Demokrat, Hanura, Golkar, Gerindra, Demokrat, dan PDI-P.

Sedangkan empat fraksi lainnya setuju dengan catatan, yakni 
  1. PKB menolak Pasal 24 Ayat 2 dan 87 terkait kata dampak pemberian preferensi perdagangan, 
  2. PKS yang setuju dengan catatan Pasal 3 Ayat 4 dan 5 dihapuskan, 
  3. PAN dengan catatan tidak bersifat liberal, dan 
  4. PPP yang setuju RUU Perdagangan ini memberikan peran pemerintah untuk mengelola ekonomi dan subsititusi impor harus segera dilakukan.
RUU Perdagangan ini  kembali dibahas dan dilakukan pendalaman sejak tahun 2010. Namun, inisiasinya sudah dilakukan oleh pemerintah pada 1972, dan sempat ditolak pada 1979. Pada Oktober 2013 lalu, pembahasan dilakukan secara intensif dengan DPR. Dan, pemerintah mengharapkan RUU Perdagangan dapat disahkan pada rapat paripurna DPR pada 11 Februari 2014.

Wakil Ketua DPR RI, Pramono Anung, selaku pimpinan sidang paripurna menegaskan bahwa pengesahan Undang-undang Perdagangan ini merupakan lompatan kemajuan baru. "Akhirnya, setelah 80 tahun kita punya Undang-Undang Perdagangan sendiri," ujar Pramono di Ruang Sidang Paripurna, Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Selasa.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manuasia, Amir Syamsudin, dalam kesempatan yang sama menambahkan bahwa UU Perdagangan ini diharapkan bisa melindungi dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi rakyat Indonesia."Untuk itu, kami berterima kasih kepada Komisi VI yang melakukan pembahasan terhadap draf RUU yang diajukan oleh pemerintah ini," kata dia.

Semenjak meraih kemerdekaan pada 1945, Amir menjelaskan, Indonesia belum mempunyai undang-undang yang mengatur perdagangan secara menyeluruh. Selama ini, aturan perdagangan Indonesia mengadopsi hukum kolonial Belanda yang sudah diterbitkan semenjak 1934. "UU ini akan menyelaraskan seluruh undang-undang parsial yang ada dalam sektor perdagangan," ujar Amir.

Rapat paripurna yang seharusnya digelar pukul 10.00 WIB, molor satu jam lebih, sehingga baru dimulai setelah pukul 11.00 WIB. Menurut data kehadiran, rapat paripurna dinyatakan telah memenuhi syarat kuorum karena dihadiri 290 orang, atau lebih dari lima puluh persen anggota parlemen menghadiri sidang paripurna untuk pengesahan UU Perdagangan ini.


Poin-poin penting dalam UU Perdagangan Baru

Dalam undang-undang ini banyak hal yang dibahas seperti aturan yang mengatur perdagangan melalui sistem elektronik atau biasa disebut e-commerce. 


Perdagangan elektronik atau e-dagang (bahasa Inggris: Electronic commerce, juga e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-dagang dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis. 

Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll. 

E-dagang atau e-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.


Ketentuan terkait e-commerce itu tertera dalam pasal 65. Antara lain, mengatur pelaku usaha yang memperdagangkan barang dan atau jasa dengan menggunakan sistem elektronik wajib menyediakan data dan atau informasi secara lengkap dan benar.

"Setiap pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa dengan menggunakan sistem elektronik yang tidak sesuai dengan data dan/atau informasi," demikian kutipan ayat (2) pasal 65 RUU Perdagangan itu.

Data dan informasi yang dimaksud antara lain: identitas dan legalitas pelaku usaha sebagai produsen atau pelaku usaha distribusi, persyaratan teknis barang yang ditawarkan, persyaratan teknis atau kualifikasi jasa yang ditawarkan, harga dan cara pembayaran barang dan atau jasa, dan cara penyerahan barang.

Adapun penggunaan sistem elektronik sebagaimana dimaksud, wajib memenuhi ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Jika terjadi sengketa terkait transaksi dagang melalui sistem elektronik, orang atau badan usaha yang mengalami sengketa dapat menyelesaikannya melalui pengadilan atau melalui mekanisme penyelesaian sengketa lainnya.

Setiap pelaku usaha yang memperdagangkan barang dan/atau jasa dengan menggunakan sistem elektronik yang tidak menyediakan data dan/atau informasi secara lengkap dan benar sebagaimana dimaksud di atas, dikenai sanksi administratif berupa pencabutan izin.

Aturan lain menyangkut transaksi e-commerce akan dijabarkan lebih rinci dalam peraturan pemerintah. "Ketentuan lebih lanjut mengenai transaksi perdagangan melalui sistem elektronik diatur dengan atau berdasarkan peraturan pemerintah," demikian kutipan Pasal 66 RUU Perdagangan. 

Undang-undang ini juga memuat pasal khusus tentang perlindungan dan pemberdayaan koperasi serta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Dalam Bab X Pasal 73 UU ini disebutkan bahwa pada pasal 1, pemerintah dan/atau pemerintah daerah melakukan pemberdayaan terhadap koperasi serta UMKM di sektor perdagangan.

Pemberdayaan tersebut berupa pemberian fasilitas, insentif, bimbingan teknis akses dan/atau bantuan permodalan, bantuan permodalan, bantuan promosi dan pemasaran. Selanjutnya, pemerintah juga dapat bekerja sama dengan pihak lain untuk melakukan pemberdayaan tersebut.

Selain itu, poin yang mengalami perubahan dalam RUU adalah kerja sama perdagangan internasional. Dalam Bab XII Pasal 83, pemerintah dapat berkoordinasi dengan DPR untuk melakukan perjanjian perdagangan. Pada Pasal 84 ayat 1 dijelaskan bahwa setiap perjanjian perdagangan internasional disampaikan kepada DPR paling lama 90 hari kerja setelah penandatanganan perjanjian.

Lalu, perjanjian ini akan dibahas DPR dan diputuskan perlu atau tidaknya persetujuan DPR. Dalam ayat 5 dijelaskan, dalam hal perjanjian internasional yang dapat membahayakan kepentingan nasional, DPR bisa menolak penjanjian perdagangan internasional. Keikusertaan DPR dalam perjanjian perdagangan internasional ini merupakan hal baru yang tidak pernah diatur. Pemerintah sebelumnya bisa melakukan perjanjian perdagangan internasional tanpa perlu melapor ke DPR.


Dalam undang-undang ini juga dibahas perdagangan ekspor dan impor. Dalam regulasi ini, tepatnya dalam Bab V Perdagangan Luar Negeri, diatur beberapa hal terkait dengan perdagangan ekspor, impor, perdagangan jasa, dan perdagangan perbatasan. Para eksportir dan importir wajib memiliki izin impor dari pemerintah. "Ekspor barang dilakukan oleh pelaku usaha yang telah terdaftar dan ditetapkan sebagai eksportir, kecuali ditentukan oleh Menteri," seperti yang dikutip dari pasal 42 ayat 1.

Tapi, eksportir harus bertanggung jawab dengan barang yang diekspornya. Kalau tidak, dia akan dikenai hukuman, seperti pencabutan izin usaha. "Eksportir yang tidak bertanggung jawab terhadap barang yang diekspor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenai sanksi administratif berupa pencabutan perizinan, persetujuan, dan pengakuan dan/atau penetapan di bidang perdagangan," bunyi pasal 43 ayat (2).

"Eksportir yang melakukan tindakan penyalahgunaan atas penetapan sebagai eksportir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 ayat (1) dikenai sanksi adminstratif berupa pembatalan penetapan sebagai eksportir," bunyi pasal 44.

Begitu pula dengan importir. Importir juga bertanggung jawab terkait dengan barang impornya. Pelaku usaha ini wajib memasok barang dalam keadaan baru, tapi, bisa juga memasok barang bekas. Impor barang tidak baru itu terjadi untuk keadaan tertentu."Surat perizinan impor atas barang dalam keadaan tidak baru sebagaimana dimaksud dalam pasal 47 ayat (2) diserahkan pada saat menyelesaikan kewajiban pabean sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan."

Para eksportir dan importir juga dilarang untuk mengimpor barang yang tidak sesuai dengan ketentuan pembatasan barang yang diekspor dan diimpor. Apabila aturan ini dilanggar, mereka akan dikenai sanksi administratif. "Setiap eksportir yang mengekspor barang yang tidak sesuai dengan ketentuan pembatasan barang untuk diekspor sebahaimana dimaksud pada ayat (3) dikenai sanksi administratif dan/atau sanksi lainnya yang diatur dalam peraturan perundang-undangan."

"Setiap importir yang mengimpor barang yang tidak sesuai dengan ketentuan pembatasan barang untuk diimpor sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dikenai sanksi administratif dan/atau sanksi lainnya yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Kemudian, barang ekspor yang eksportirnya dihukum, akan dikuasai negara, sementara importir yang dihukum, diwajibkan untuk mengekspor kembali barang impornya. Hal ini tertuang dalam pasal 53 ayat 1 dan 2.
  1. Eksportir yang dikenai sanksi administratif sebagaimana dimaksud dalam pasal 52 ayat (4) terhadap barang ekspornya dikuasai oleh negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  2. Importir yang dikenai sanksi administratif sebagaimana dimaksud dalam pasal 52 ayat (5) terhadap barang impornya, wajib diekspor kembali, dimusnahkan oleh importir, atau ditentukan lain oleh menteri.

Pemerintah lakukan sinkronisasi aturan Lain

Pemerintah akan mengambil sejumlah langkah penting setelah disahkannya Undang-undang Perdagangan oleh DPR RI. Dalam beberapa waktu ke depan, pemerintah akan melakukan sinkronisasi dengan peraturan-peraturan lainnya.

Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi, mengungkapkan dengan adanya UU ini maka akan menggugurkan UU Perdagangan lain. "UU ini akan mengugurkan UU Perdagangan lain yang bersifat parsial," katanya.

Undang-Undang yang dimaksud Bayu adalah UU tentang Perdagangan Barang, UU tentang Perdagangan Barang Dalam Pengawasan dan beberapa UU perdagangan lainnya. Selain itu, menurutnya, UU ini juga mencakup perdagangan online.

Menurut Bayu, UU tersebut sangat melindungi Usaha Kecil Menengah (UKM) dan juga Koperasi. Lebih lanjut dia mengungkapkan, UU itu menempatkan kepentingan nasional bangsa di tempat yang tertinggi. Ia menambahkan, UU itu juga memberikan dasar-dasar untuk kebijakan perdagangan dalam ataupun luar negeri. 

Mengenai perdagangan online, Bayu mengungkapkan, pihaknya akan mengkoordinasikan mengenai masalah itu dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi dalam UU ITE. Undang-undang  ini, menurut Bayu, menegaskan sikap pemerintah yang tidak menganut pasar bebas.

"Pemerintah melalui UU ini menegaskan bahwa kami tidak menganut perdagangan bebas. Kami menghormati mekanisme pasar tapi pemerintah juga wajib untuk melakukan intervensi dan memberikan perlindungan jika masyarakat membutuhkan. Pokoknya kami mencari perimbangan," ujarnya. 

Sekjen Kementerian Perdagangan, Gunaryo, ketika dihubungi VIVAnews, menambahkan bahwa nantinya perdagangan elektronik atau e-commerce akan diatur dalam peraturan pemerintah (PP). "Dalam PP, diatur pembayaran, pajak, dan penyelenggaranya. Apa saja yang harus dipenuhi dia (penyelenggara). Lalu, untuk iklan, harus diketahui identitas pengiklannya," kata dia, Selasa.

Namun, Gunaryo belum bisa menjelaskan perdagangan jenis ini akan dikenai pajak atau tidak. Yang jelas, kementerian akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan untuk membahas pengenaan pajak perdagangan online. "Apakah dibebaskan dari pajak atau tidak, harus komunikasikan dengan Dirjen Pajak," ujarnya.

Sayangnya, Gunaryo juga tidak menyebutkan waktu pasti PP tersebut diterbitkan.  Sebab, perdagangan online ini tidak hanya berkaitan dengan perdagangan, tapi juga dengan fiskal dan luar negeri. "Kami ingin ketika RUU Perdagangan disahkan, ada peraturan lainnya yang keluar dalam waktu yang tidak lama," kata dia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Sri Agustina, kepada VIVAnews,  berpendapat bahwa perdagangan online nantinya akan diatur dalan PP. "Jadi, UU Perdagangan nantinya akan menjadi payung hukum PP tersebut," jelasnya. Dia menegaskan, setelah disahkan UU Perdagangan baru akan dibahas RPP-nya. PP harus di bahas dengan pihak-pihak terkait, di antaranya kementerian lain dan asosiasi pedagang. "Pokoknya, banyak pihaklah," tutur Sri.

Yang diatur apa saja? "Intinya, nanti, baik penyelenggara maupun penjual harus berbadan hukum. Misalnya, Kaskus itu kan penyelenggara, dia harus berbadan hukum, lalu penjual di dalamnya juga. Tetapi, kalau penyelenggaran sekaligus penjual cukup satu badan hukum saja," kata dia.

Selain itu, menurut Sri, perdagangan online harus mengikuti ketentuan seperti perdagangan biasa. Begitu pula, dengan pajaknya. "Yang paling mudah, ya mengikuti standar nasional Indonesia." tegasnya.

Sumber :
  1. http://fokus.news.viva.co.id/, Selasa, 11 Februari 2014, 20:02 WIB.
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Perdagangan_elektronik

Rabu, 05 Februari 2014

Tips Membuat Logo untuk Bisnis Anda.


Logo itu ibarat wajah perusahaan Anda. Tujuannya adalah agar setiap orang dapat membedakan dengan mudah antara brand anda dengan kompetitor. Maka dari itu, logo harus dibuat seunik mungkin. Berikut adalah tips yang dapat anda terapkan ketika anda mulai membuat logo, atau mendesain ulang logo lama anda.

Simple
logo-simple

Logo yang baik adalah logo yang sederhana (simple). Logo dapat dimunculkan secara unik tanpa harus digambarkan berlebihan. Karena kesederhanaan akan membuat logo lebih mudah diingat dan fleksibel ketika diterapkan ke dalam berbagai media visual.


Unik
logo-unik

Originalitas sebuah logo juga harus diperhatikan agar ketika orang melihat logo anda, ia tidak mengingat produk lain selain produk anda. Apa yang anda ingat ketika saya menyebut buah apel? Pasti banyak sekali. Sedangkan kalau apel tergigit? Pasti bayangan anda langsung mengarah ke berbagai jenis gadget dari Apple. Jika ada perusahaan lain yang pakai konsep serupa, pastinya si pengikut akan dianggap sebagai plagiat.


Memorable (mudah diingat)
logo-memorable

Logo yang mudah diingat akan membuat sebuah perusahaan bisa bertahan dalam ingatan konsumen. Logo yang mudah diingat kebanyakan adalah logo yang mempunyai bentuk yang sederhana dan orang dapat menerima dengan tepat bentuk yang ingin disampaikan oleh logo tersebut.


Applicable
logo-applicable

Logo akan digunakan ke dalam berbagai media visual seperti stempel, akrilik, faktur dll. Oleh karena itu, sebuah logo yang baik harus bisa ditempatkan kepada berbagai kondisi dan tetap tidak kehilangan bentuk sebenarnya. Meskipun diperbesar dan diperkecil, logo harus tetap dapat dikenali.


Tahan lama
logo-durable

Tahan lama artinya dapat mengikuti perkembangan jaman. Logo seperti ini akan sangat menguntungkan perusahaan di masa depan. Sebab seiring populernya bisnis anda, maka redesign sebuah logo akan memakan banyak biaya dan waktu. Selain itu, perubahan logo juga dapat membingungkan konsumen dan bahkan bukan tidak mungkin anda bisa kehilangan pelanggan.


Sesuai imej yang hendak anda bangun
logo-sesuai

Logo yang baik adalah logo yang dapat menggambarkan perusahaan anda sesuai kesan yang ingin ditonjolkan.


Font yang tepat

Bentuk dari sebuah font menyuarakan makna tersendiri. Seperti font yang tipis akan terdengar seperti suara seorang wanita yang lembut dan halus, maka font yang tebal akan terdengar seperti suara yang berat dan tegas. Font yang tidak relevan akan menggiring pengunjung pada persepsi yang salah. Berikut adalah ciri khas bisnis dan font apa yang bisa anda gunakan:
  • Gembira = Cooper, Andy, Flowerchild.
  • Maskulin = Rockwell, Impact, Giant, Microgamma.
  • Feminim = Gabriola, Kalinga, Lucida Calligraphy, Bernhard Modern.
  • Formal = Corpid, Calson 540, Whitney Book, Cooperplate Ghotic, Gotham.
  • Gadget = Tiera Negra, Block Out, NeoTech.
  • Fashion = Birch.
  • Olahraga = Machine.

dan masih banyak lagi yang lainnya. Semoga berhasil menemukan logo yang super bagi bisnis anda ;-)

Sumber : entrepreneur.com, dikutip dari : http://mediabisnisonline.com/, 26 Agustus 2013.

7 Langkah Menciptakan Merek Pribadi Anda Sendiri.


Memiliki sebuah usaha atau bisnis pribadi tentu saja akan sangat banyak yang perlu untuk dipersiapkan. Bukan hanya produk atau jasa apa yang akan dijual, namun juga nama atau merek dari produk yang akan ditawarkan. Sebuah nama merek akan membantu bisnis kita dikenal oleh masyarakat luas. Masyarakat akan mendapatkan pengetahuan pertama kali mengenai produk melalui nama merek kita. Terlebih untuk sebuah merek pribadi. Merek pribadi ini bukan hanya bertujuan untuk mengenalkan produk kepada masyarakat, namun juga bisa menjadi sebuah personal branding bagi diri kita. Berikut ini adalah 7 langkah untuk menciptakan merek pribadi anda sendiri :

1. Mengenali diri kita sendiri dan apa yang kita sukai
Merek pribadi yang akan kita buat merupakan cerminan siapa diri kita. Sebelum itu kita juga harus tahu tentang diri kita, apa yang kita sukai, apa yang kita bisa lakukan dengan baik dan apa yang kita kuasai dengan baik. Sehingga nantinya personal branding ini benar – benar akan menggambarkan diri kita.

2. Buatlah nama merek yang unik dan mudah diingat
Sebuah merek diciptakan sebagai perkenalan awal pelanggan dengan kita. Berikanlah nama merek yang unik dan tentu saja mudah diingat. Hal ini akan membuat pelanggan mudah mengingat dan mengerti tentang produk kita. Usahakan untuk tidak membuat merek dengan nama yang asing dan sulit dimengerti. Ingatlah juga tentang target pasar kita. Untuk siapa produk kita, kapan akan diterbitkan, lalu dimana akan dipasarkan. Sesuaikan itu semua ketika kita ingin membuat sebuah merek.

3. Membeli domain yang sesuai
Ketika kita sudah mulai ingin memasarkan produk dengan merek pribadi kita, terutama melalui media. Segeralah buat sebuah domain yang mencerminkan merek pribadi Anda. Karena domain sifatnya terbatas, maka ketika Anda sudah mulai menemukan nama merek pribadi Anda yang dirasa unik, dan berbeda dengan yang lain. Segeralah untuk membuat sebuah domain. Hal ini tentu sangat menguntungkan bagi Anda, karena pelanggan bisa mengenal produk Anda bukan hanya dari mulut ke mulut, tapi juga melalui bentuk nyata yaitu sebuah domain yang bisa diakses dimanapun, kapanpun dan oleh siapapun.

4. Buatlah website pribadi anda
Setelah membuah sebuah domain dengan menggunakan nama merek pribadi. Maka hal yang paling penting adalah adanya website pribadi. Anda bisa mulai dengan sebuah blog pribadi, atau Anda juga bisa membeli sebuah template website yang sudah jadi dan Anda hanya tinggal menggunakannya. Ketika Anda ingin berjualan online, Anda bisa menggunakan CMS yang sudah banyak tersedia. Seperti yang disediakan oleh salah satu penyedia layanan toko online yaitu Jagoan Store Indonesia.

5. Atur update otomatis
Terkadang kita tidak memiliki waktu untuk mengurus website atau blog kita. Sebaiknya kita melakukan update secara otomatis terhadap semua platform sosial media. Terlebih ketika kita sedang memperkenalkan merek pribadi kita. Banyak alternatif yang disediakan mudah dan gratis, seperti hootsuite.com

6. Mintalah kritik dan saran kepada orang – orang
Sebuah hasil yang baik tidak lepas dari kritik dan saran orang lain. Mintalah orang lain untuk mengkritik tentang bagaimana merek Anda, serta jangan pernah malu untuk meminta saran. Karena dengan begitu kita juga bisa memperbaiki jika ada bagian yang salah, mengembangkan ke arah yang lebih baik dan tentu saja berhasil dengan menggunakan merek pribadi kita sendiri.

7. Berbagi konten yang berguna
Jangan mencoba untuk menjadi blogger penuh waktu. Cobalah untuk memberikan berbagai informasi mengenai produk Anda, bisa juga memanfaatkan blog yang Anda miliki dengan berbagi tips – tips yang berkaitan dengan produk anda. Dengan begitu, pembaca blog Anda tidak akan merasa jenuh dengan blog yang tidak berisi.

Good Luck :-)

Sumber : entrepreneur.com.

Sabtu, 01 Februari 2014

Segala Hal Tentang Perayaan Tahun Baru China/ Imlek.

Gong Xi Fa Cai Of Horse 2014 Background

Para pembaca yang budiman pada hari ini tanggal 31 Januari 2014, saudara kita keturunan  Tionghoa merayakan tahun baru versi penanggalan China. Terhitung mulai Pebruari 2014 sampai dengan 4 Februari 2015 (Imlek) disebut sebagai tahun Kuda Kayu Yang (untuk meramal nasib)。Angka Langitnya Kayu Besar (Cia), Angka Buminya Kuda (Uh), maka perpaduan disebut Kuda Pasir Emas, berarti anak yang dilahirkan di tahun ini disebut Kuda Pasir Emas. Sejenak mari kita belajar tentang budaya saudara kita ini agar kita lebih memahami dan mengasihi mereka sebagai saudara dalam bingkai negara kita Indonesia.

Gong xi fa cai, adalah kata – kata yang sering sekali diucapkan terutama pada saat perayaan imlek atau tahun baru China. Kadang tulisan “gong xi fa cai” ditulis dengan cara lain karena beda ejaan dan dialek. Misalnya saja “keong hee huat chie” (Hokkien), “kung hei fat choi” (Kanton atau Hongkong), atau “kung hei fat choi” (Hakka). 

Seperti ditulis koran Daily Express, yang sebagian besar pembacanya puak Cina di Sabah, Malaysia, “gong xi fa cai” itu berarti “selamat dan semoga sejahtera”. 

Kadang tulisan “gong xi fa cai” ditulis dengan cara lain karena beda ejaan dan dialek. Misalnya saja “keong hee huat chie” (Hokkien), “kung hei fat choi” (Kanton atau Hongkong), atau “kung hei fat choi” (Hakka). Meski tulisannya tampak jauh dari dialek lain, tapi cara membaca “Gong Xi Fa Cai” tidak jauh berbeda dengan yang lain yakni: “kung shi fa tsai”. Ini karena huruf “g” di ejaan resmi itu dibaca “k”, “x” dibaca “sh”, dan “c” dibaca “ts”. Sebagai perbandingan, kata “kungfu” yang biasa di kenal di Indonesia, dalam ejaan resmi dalam bahasa Mandarin menjadi “Gongfu”.

“Gong xi fa cai” itu menggunakan bahasa Mandarin dengan Hanyu Pinyin, ejaan huruf Latin yang dipakai resmi di Cina, Taiwan, dan Singapura. Sedang dialek lain menggunakan ejaan tidak resmi Wade-Giles.

Untuk anak-anak, ucapan yang digunakan lebih panjang lagi. Mereka akan mengatakan “gong xi fa cai, hong bao na lai” (kung shi fa tsai, ang pao na lai) yang berarti “selamat dan sejahtera, bawakan saya ang pao”. Bagi anak-anak Tionghoa, Imlek itu seperti Lebaran, saatnya mengumpulkan angpao.

Budaya memberi dalam bentuk angpao berwarna merah memeriahkan suasana yang kemudian kertas merah ini digantung di pohon angpao (yin liu). Lima belas hari dalam suasana berbahagia sampai ke-15 Imlek (cap go me) juga dirayakan memaknai spiritualitas dan ritualitas hari esok yang diharapkan lebih baik. Gambar dewa uang  si pembawa rezeki selalu disucikan. Dilakukan aksi bersih-bersih di tempat ibadah maupun rumah, agar murah rezeki dan keberuntungan usaha. 

Ucapan “gong xi fa cai” saling dipertukarkan saat Imlek sejak ribuah tahun yang lalu. Ingat saja, penanggalan Cina sekarang sudah berusia 26 abad, lebih tua enam abad dibanding penanggalan Masehi.

Banyak orang non-chinesse yang tidak tahu sebenarnya apa arti dari kata ' gong xi fa cai ' ini. Ada yang bilang katanya 'gong xi fa cai' itu artinya minta maaf dan minta uang. Yah, sebenarnya bukan seperti itu. Mungkin itu hanyalah pelesetan dari mulut ke mulut.

13911455561971696365

Baiklah, sekarang apakah Anda ingin tahu apa makna dari kata 'gong xi fa cai' ? Jadi beginilah ceritanya:

Imlek atau ada juga yang mengatakannya tahun baru China sebenarnya dipopulerkan oleh para petani Tiongkok. Jadi sebenarnya imlek itu adalah pergantian musim, dimana dengan datangnya musim itu tanah akan menjadi subur dan para petani akan panen besar. Tahun baru yang diawali dengan musim semi, tahun yang penuh harapan. Setelah sekian lama berada dalam kedinginan dan salju musim dingin maka merupakan hal yang indah menapak harapan baru. Pohon-pohon gundul mulai menumbuhkan daun-daunnya yang pertama, melambangkan berseminya kembali semangat kehidupan. Matahari kembali memancarkan sinarnya.

Pada malam tahun baru itu, seperti juga pada berbagai peringatan tahun baru yang lain, seluruh keluarga akan berkumpul  sampai tengah malam menunggu pukul 24.00 WIB untuk merayakan malam pergantian tahun. Suasana syukur selalu menghiasi petani di tanggal tersebut. Hingga akhirnya tanggal tersebut dikenal dengan nama 'Long Lek'.

Setiap 'Long Lek' itu datang, para petani selalu mengucapkan selamat dengan ucapan, 'Sin cun kiong hie' ( Xin chun gong xi ) yang artinya 'selamat menempuh musim semi'. Namun seiring berjalannya waktu, orang – orang sudah mulai jarang mengucapkan 'Sin cun kiong hie'. Orang – orang kini malah mengganti kata – kata tersebut menjadi 'Gong xi fa cai' ( Kiong hie huat tjay ) yang artinya 'selamat sukses'.

Pada malam imlek para warga etnis Cina bersembahyang, mendoakan agar besoknya hari hujan, karena hujan membawa kehidupan dan keberkahan alam dan seisinya. Tanglong berwarna merah atau lampion berbagai bentuk menjadi lentera tipikal yang selalu juga lantera ini dihiasi dengan huruf China  kemudian digantung sebagai tanda keberuntungan (hoki).

Penting bagi orang Tionghoa untuk introspeksi diri agar perayaan Imlek dikembalikan pada arti yang sesungguhnya yakni historisitas perayaan Imlek, terlebih dalam perayaan acara kekeluargaan, untuk meminimalisir diskriminasi terhadap warga Tionghoa.

Anda ingin mengucapkan selamat tahun baru ? berikut kumpulan kata-kata ucapan yang sesuai dengan perayaan tahun baru hari ini :

"GONG XI FAT CAI" 2565.
Semoga Imlek membawa rejeki yang berlimpah dan kesehatan buat kita semua.

Gong Xi Fat Cai !!
Xin Nian Kuai Le.Zhù Ni Shenti Jiànkäng,
Quanjiä Xingfu,Wànshì Ruyì

Gong Xi..! Gong Xi..! Xin Nian Kuai Le,
Wan Shi Ru Yi! Gong Xi Fat Cai 2565!

Göng Göng Xi Fät Fät Chäi Chäi
XIN NIAN KUAI LE

Gong Xie! Fat! " Chai "
Sin Nie Chin Phu"
"Wan Se Ju Ie"
"Sen Thie Chien Kang"

Selamat tahun baru Imlek 2565.
Gong Xi Fat Cai - Wan Se Ru Yi, Sen Thi Cien Khang.

Semoga senantiasa diberi kesehatan, damai sejahtera dalam rumah tangga dan kesuksesan. Amin.

Kami sekeluarga ingin Mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek "GONG XI FAT CHAI 2565". semoga Sukses Selalu!

"GONG XI FA CAI" 2565. Semoga Imlek membawa rejeki yang berlimpah dan kesehatan buat kita semua.

Happy Chinese New Year. May better luck come into us in this new year. Gong xi. Gong xi. Gong xi fa cai 2565.

Gong Xi Fa Cai! Xin Nian Kuai Le.Zhù Ni Shenti Jiànkäng, Quanjiä Xingfu,Wànshì Ruyì

Gong Xie Fat Cai,may GOOD HEALTH, PEACE, PROSPERITY,HAPPINESS and LONGETIVITY be with you and great SUCCESS in making BETTER & GREATER THINGS HAPPEN!

Gong Xi..! Gong Xi..! Xin Nian Kuai Le, Wan Shi Ru Yi! Gong Xi Fa Cai 2565! May GoD BLees our faMily.

Gong Xi Fa Cai! Wishing You Abundance of Good Health, Wealth and Happiness in This New Year

GONG XI FA CAI 2565! Wishing you a wonderful and prosperous new year with lots of happiness.

Gong Xi Fa Cai. Wishing you a prosperous year, great health and happiness for you and family.

Göng Göng Xi Fät Fät Chäi Chäi
XIN NIAN KUAI LE

Wishing You A Happy and Prosperous Chinese New Year! Gong Xi Fa Cai 2565!

Gong Xie! Fat! " Chai " "Sin Nie Chin Phu" "Wan Se Ju Ie" "Sen Thie Chien Kang"

Selamat tahun baru Imlek 2565. Gong Xi Fa Cai - Wan Se Ru Yi, Sen Thi Cien Khang. Semoga senantiasa diberi kesehatan, damai sejahtera dalam rumah tangga dan kesuksesan. Amin.GONG XI FA CAI 2565! Wishing you a wonderful and prosperous new year with lots of happiness.

Gong Xi Fa Cai. Wishing you a prosperous year, great health and happiness for you and family.
Wishing You A Happy and Prosperous Chinese New Year! Gong Xi Fa Cai 2565!

 Wishing Imlek Gong Xi Fa Cai Wallpapers

Semoga bermanfaat, gong xi fa cai! 

Penyusun : Yohanes Gitoyo.
Referensi : 
  1. http://sejarah.kompasiana.com/
  2. http://sayogand.blogspot.com/
  3. http://www.infosaja.com/