Sabtu, 06 Juli 2013

Bersyukurlah !


~ Ketika aku ingin hidup KAYA... 
Aku lupa, bahwa HIDUP adalah sebuah KEKAYAAN.

~ Ketika aku takut MEMBERI...
Aku lupa, bahwa SEMUA yang aku miliki adalah PEMBERIAN.

~ Ketika aku ingin jadi yang TERKUAT...
Aku lupa, bahwa dalam KELEMAHAN kuasaNYA memberikan aku KEKUATAN.

~ Ketika aku takut RUGI...
Aku lupa, bahwa HIDUPKU adalah sebuah KEBERUNTUNGAN, karena AnugerahNYA.

Ternyata hidup ini sangat indah....
ketika kita selalu BERSYUKUR kepadaNYA.

~BUKAN...
karena hari ini INDAH kita BAHAGIA...
tetapi karena kita BAHAGIA... hari ini menjadi INDAH.

~BUKAN...
karena tak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS...
tetapi karena kita OPTIMIS... RINTANGAN menjadi tak terasa.

~BUKAN...
karena MUDAH kita YAKIN BISA...
tetapi karena kita YAKIN BISA... semuanya menjadi MUDAH.

~BUKAN...
karena semua BAIK kita TERSENYUM...
tetapi karena kita TERSENYUM maka semua menjadi BAIK.

Tak ada hari yang MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI yang membuat SULIT.

~BILA...
kita tidak dapat menjadi jalan besar...
cukuplah menjadi jalan setapak yang dapat dilalui orang.

~BILA...
kita tidak dapat menjadi matahari...
cukuplah menjadi lilin yang dapat menerangi sekitar kita.

~BILA...
kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang...
cukuplah berdoa untuknya.. ???

Kamis, 04 Juli 2013

4 Problem Umum Saat Membangun Usaha.


Membangun usaha memang tak mudah. Ada berbagai pekerjaan rumah yang harus diperhatikan untuk menjadikan bisnis ini berkembang dan sukses. 

"Punya usaha sendiri yang sukses itu impian banyak orang. Namun, pahamilah bahwa membangun bisnis tidak semudah membalikkan telapak tangan," jelas Henry Indraguna, pemilik Autobridal International saat talkshow "Melirik Laba Bisnis Waralaba" di Urban Kitchen, Senayan City, Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2013) lalu. 


Henry menambahkan bahwa ketika membangun usaha, ada beberapa masalah yang biasa dihadapi. 

1. Sumber daya manusia
Anda tidak bisa menjalankan usaha sendiri tanpa bantuan orang lain. Misalnya, untuk membangun usaha kuliner, Anda tidak bisa menjadi chef sekaligus menjadi penjual dan kasirnya. Solusinya, Anda pasti harus mencari karyawan untuk membantu menjalankan usaha ini. 

"Hanya saja untuk mencari tenaga kerja yang berpengalaman pasti bayarnya mahal. Akibatnya, banyak pemilik yang akhirnya memaksakan orang yang tidak profesional untuk jadi profesional untuk meringankan beban gaji," tambahnya. 

Kasus yang sering terjadi adalah memaksakan seseorang yang bukan ahli memasak untuk menjadi chef di restoran.

2. Terlalu cepat buka toko
Membangun sebuah store pasti butuh perjuangan dan biaya yang tidak sedikit. Namun, kebanyakan orang berpikiran untuk buru-buru membuka banyak store sekaligus. 

Hendry mengungkapkan, banyak orang mengasumsikan bahwa sukses usaha berarti punya banyak toko sekaligus. "Padahal semakin banyak toko, justru semakin banyak biaya yang dikeluarkan. Pastikan untuk punya managemen yang stabil agar fondasi usahanya benar-benar kuat sebelum buka store baru,"  jelasnya.

3. Tidak percaya pada karyawan
Ketika mempekerjakan seseorang di toko Anda, ini berarti Anda harus belajar untuk memberi kepercayaan kepadanya. Namun yang terjadi justru sebaliknya, si pemilik usaha merasa bahwa  ia adalah bos dan selalu menuntut karyawannya untuk bekerja sempurna. Padahal sebenarnya karyawan juga sudah bekerja semaksimal mungkin. 

"Ini yang membuat owner dan karyawan tidak pernah ketemu jalan pikirannya. Seharusnya, dengan adanya kepercayaan antara kedua belah pihak, hal ini bisa diatasi dan owner serta karyawan bisa mendapatkan hasil sesuai yang diinginkan," imbuh Henry.

4. Kualitas produk menurun
Ketika bisnis sudah mulai menampakkan hasilnya, kebanyakan pemilik usaha mulai menurunkan kualitas produk yang mereka miliki. Alasannya, bisa karena kurangnya kontrol kualitas produk, atau karena memang si owner yang ingin berbuat curang untuk menambah keuntungan. Anggapannya, toh pelanggan sudah percaya pada produknya.

Penulis : Christina Andhika Setyanti 
Editor : Felicitas Harmandini
Sumber : http://female.kompas.com/, Rabu, 3 Juli 2013, 15:12 WIB

4 Rahasia Sukses Memulai Bisnis.


Shierly Nangoy adalah sosok perempuan yang selalu tertantang untuk sukses dalam melakukan berbagai hal, termasuk bisnis. Ia berani mengambil risiko besar saat resign dari jabatannya sebagai general manager di perusahaan kecantikan dan memutuskan berwirausaha.Dalam waktu dua tahun saja, ia berhasil mendapatkan kesuksesan dan membangun PT Sinergia Group. 

Di bawah naungan perusahaan ini, ia sudah memiliki sebuah akademi tata rambut dan meluncurkan beberapa produk perawatan rambut alami untuk salon-salon di Indonesia, seperti Il Vasto Colours, Terra Diverde (krim penutrisi rambut), dan Sleek et Lisse (untuk pengeritingan dan pelurusan rambut).

Selain passion-nya yang tinggi di bidang tata rambut dan kecantikan, ia juga memberikan beberapa tip untuk membangun bisnis dan mendapat kesuksesan dalam waktu yang singkat.

1.  "Blueprint" yang tepat dan sesuai rencana
Banyak orang yang benar-benar memulai bisnisnya dengan modal nekat. Namun, modal nekat yang dimaksudkan bukanlah modal nekat dengan tangan kosong.

"Modal nekat yang dimaksud adalah nekat memberanikan diri untuk memulai. Karena yang paling sulit adalah niat untuk memulainya. Sekalipun nekat, harus ada arah dan tujuan yang jelas," ungkap Shierly Nangoy, Direktur PT Sinergia Group kepada Kompas Female beberapa waktu lalu di Jakarta.

Saat ingin membangun bisnis, ia menyarankan untuk membuat blueprint perencanaan bisnis yang tepat. Blueprint ini mencakup rencana hitungan mendetail yang meliputi modal, pengeluaran untuk kebutuhan usaha, analisis pekerja, target keuntungan yang diinginkan,termasuk dengan target balik modal. Ia menambahkan semua perencanaan ini harus diperhitungkan bersama dengan rencana waktu eksekusinya. 

"Hal ini dilakukan agar Anda tahu, bisnis berjalan dengan tepat atau tidak, adakah salah kontrol atau salah prediksi dalam bisnis Anda. Jika ada kesalahan atau perhitungan yang meleset, bisa dibenahi dengan cepat," jelasnya.

2. Fokus
Fokus pada hal yang sedang dilakukan saat ini merupakan kunci sukses yang utama. Saat sedang memulai bisnis, sebaiknya jangan terlalu serakah untuk cepat-cepat membangun cabang atau melebarkan sayap ke bisnis yang lain. 

"Sekalipun di awal bisnis sudah terlihat cukup maju, jangan cepat terlena. Anda harus tetap menjaga ritme-nya agar bisnis dan manajemennya stabil dan konstan. Dasar bisnis yang belum stabil bila langsung dilepas bisa membuatnya hancur," kata Shierly.

3. Kreatif
Lingkungan sekitar adalah target market yang paling tepat untuk melihat peluang bisnis. Shierly menyarankan untuk lebih jeli melihat kebutuhan masyarakat agar bisnis Anda semakin diminati. Ada baiknya jika Anda menggabungkan kebutuhan masyarakat dengan kreativitas dan teknologi modern untuk memudahkan aplikasi produk usaha. 

Namun, tak hanya menjual produk dan jasa yang kreatif saja, dalam memilih bisnis yang dijalankan Anda juga harus yakin bahwa produk tersebut applicable, praktis dan harga yang terjangkau.

4. Jangan menghindari kompetisi
Dalam dunia bisnis, Anda akan selalu menemukan kompetisi. Sekalipun Anda adalah orang pertama yang menjual produk tersebut, tetap saja akan ada orang yang mengikutinya sehingga akan terjadi persaingan usaha.

"Kompetisi bisnis bukanlah hal yang bisa dihindari. Namun, Anda bisa mengatasinya dengan melakukan berbagai inovasi baru agar produk tetap diminati pasar," ujar ibu tiga puteri kembar ini.

Penulis : Christina Andhika Setyanti
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
Sumber : http://female.kompas.com/, Rabu, 24 April 2013, 11:34 WIB