Selasa, 17 September 2013

Anda Tak akan Pernah Jadi Pengusaha (Jika Tak Pernah Mencoba) !

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIX250c8k0SUBqphmPL6vsNKgAAHdZej25QU6fKdenHdySFdKZUBR2MRpPioMwD-W-TULE-obN7uUC50y7K9J9GDieF4Vmr75Wr3pau-wGj1xjIR5VpCo02gYOpOcDraRzWT3EQIn3E3pm/s1600/biografi-pengusaha1.jpg

Banyak orang yang ingin memulai usaha selalu mempunyai pertanyaan: bagaimana memulai suatu bisnis, apa yang harus dipersiapkan, bagaimana dengan risikonya dan lain-lain.

Dan apakah memulai usaha harus dalam kondisi yang ideal? Ingatlah, kita tidak akan pernah bisa mencapai kondisi ideal karena menjadi sifat manusia yang akan selalu merasa tidak cukup. Dan pada akhirnya kita tidak akan pernah menjalankan apa yang menjadi keinginan jika kita masih juga mengharapkan untuk mendapatkan kondisi yang ideal.


Kondisi ideal seperti apa ?

Saya ingin berbisnis, saya sudah punya ide yang cemerlang untuk bisnis saya ini, saya akan jual ini dan itu. Tapi saya harus memiliki modal sebesar Rp 50 juta, kemudian mencari lokasi yang sangat strategis, lalu mendapatkan karyawan yang jujur, amanah dan produktif.

Saya juga harus belajar bisnis sebanyak-banyaknya terlebih dahulu karena saya takut gagal dan takut menghadapi risiko.

Yakinlah kita tidak akan bisa mempunyai bisnis apapun, jika menunggu kondisi ideal seperti diatas. Jika pun pada akhirnya mempunyai bisnis maka memulainya dalam waktu yang sangat lama dan bakal kehilangan momentum-momentum yang bagus.

Di awal usaha, modal sekian puluh juta akan sulit didapat, lokasi yang strategis adalah sangat mahal, mendapatkan karyawan yang sesuai keinginan laksana mimpi. Dan impian memang akan menjadi mimpi belaka karena kita tidak menjalankannya. Knowledge is just knowledge if we never apply it.

Sekarang bukan jamannya lagi ‘knowledge is power’ tapi ‘applied knowledge is power’. Gagal dan risiko adalah bumbu kesuksesan yang tertunda.

Semua butuh proses. Semua butuh belajar. Tapi harus 1B3P : Belajar lalu praktik, praktik, praktek atau 1B3A: Belajar lalu action, action, action.

http://3.bp.blogspot.com/-MRflV1VjfqU/T4Aaal_HiKI/AAAAAAAAA84/9XAG6c7gYD8/s1600/images.jpg

Bermimpi Jadi Pengusaha Sukses? Ini yang Harus Anda Lakukan

 Anda harus melakukan action...

  1. Melangkahlah walau satu langkah, lakukan tindakan yang terkecil untuk bisa mewujudkan impian dan menjadi pengusaha. Misal langkah pertama adalah menuliskan rencana produk/jasa yang akan anda jual. Produk seperti apa yang akan anda jual pertama kali. Atau sederhana saja, langkah pertamanya adalah menelpon orang yang mempunyai produk yang akan anda jual. Dengan langkah pertama ide yang mendorong untuk langkah-langkah berikutnya. Dengan satu langkah itu anda akan merasa sudah memulai bisnis anda.
  2. Tidak perlu sempurna, untuk memulai,lakukan yang sederhana saja. Lupakan untuk selalu mulai dengan sempurna. Jika anda ingin yang sempurna maka tidak akan pernah dapat memulai. Misal saja anda ingin membuat usaha pangkas rambut, buka saja langsung, tidak perlu memikirkan untuk mempunyai tempat yang bagus dan sempurna. Juga misalnya, anda ingin membuka toko online, tidak perlu harus yang sempurna dengan membayar programmer yang mahal dan harus dengan tampilan yang cantik, anda bisa memulainya dengan yang murah ataupun gratis dan sederhana seperti dengan wordpress, blog dan lain-lain. Dari memulai seperti ini, akan banyak jalan menuju sempurna. Banyak pihak yang akan memberikan masukan dan mendukung serta membantu langkah anda kelak.
  3. Umumkan saja apa yang anda sudah mulai untuk mewujudkan usaha anda. Katakan kepada orang-orang sekitar anda bahwa anda sudah memulai untuk berbisnis, sampaikan ide anda dan tawarkan produk anda. Kadang banyak orang takut untuk memberitahu kepada orang lain tentang ide yang ia miliki karena takut idenya dicuri. Dengan mengatakan kepada orang lain anda akan mendapatkan ide-ide lain untuk melengkapi langkah berikutnya. Dengan langkah ini anda sudah berani untuk memulai usaha.
  4. Ikuti seminar, pelatihan, forum di komunitas-komunitas wirausaha, dapatkan manfaatnya untuk bisnis anda, anda akan dapat ilmu dan juga jejaring pertemanan yang saling mendukung. Ilmu yang didapatkan harus segera diterapkan bukan hanya direnungkan atau dipikirkan, tapi benar-benar diterapkan. Jejaring pertemanan yang didapatakan menambah wawasan dari mereka yang sudah memulai dan sukses usaha. Anda dapat belajar banyak dari mereka dan mereka akan senantiasa membantu anda.
  5. Jangan sungkan untuk menyampaikan apa yang anda butuhkan. Dengan adanya jejaring pertemanan yang anda miliki, anda kini sudah mempunyai teman yang siap membantu. Setelah berbagi cerita dengan mereka apa yang anda rencanakan dan lakukan, sampaikan juga kepada mereka apa yang anda butuhkan untuk memulai usaha anda. Mereka akan membantu anda sesuai yang mereka sanggupi. Hubungi juga teman-teman anda, apa yang bisa mereka dukung untuk usaha anda.

http://sphotos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/s720x720/931283_113981892140451_972508439_n.jpg

Selamat memulai usaha dan harus berani mewujudkannya!

Penulis ; Iim Rusyamsi, S.T.
Sumber : http://finance.detik.com/, Rabu, 27/02/2013 10:35 WIB

Kamis, 29 Agustus 2013

Tips Mengangkat Harga Diri


Bagaimana mengangkat harga diri ketika kita terpuruk atau dalam kondisi sulit? Adakah prinsip yang perlu dipertimbangkan tentang harga diri sehingga pada kondisi sulitpun kita tidak merasa menjadi sosok yang tidak berharga? 

Anda dan saya mempunyai aspek tak terhingga dalam diri kita masing-masing, yaitu kekekalan. Nilai itu melekat pada diri setiap individu sejak lahir. Nilai ini tak kunjung berubah sejak manusia eksis di bumi. Apakah normal ataupun tidak normal, gila atau waras, sehat atau sakit, cantik atau jelek, ganteng atau tidak, bergaji ratusan ribu per bulan atau ratusan juta rupiah per bulan- tiap individu memiliki sifat kekekalan ini. Bahkan nilai manusia hanya berbeda tipis dengan malaikat yang hidup di alam roh. Tak ternilainya harga diri manusia merupakan 'grand design' dari Sang Pencipta. Manusia adalah mahkota dari seluruh ciptaan. Manusia adalah satu-satunya ciptaan yang menjadi perhatian utama Tuhan.

Begitu mulia dan penting kehadiran manusia di bumi, Tuhan menugaskan manusia untuk memelihara bumi dan mengembangkannya. Kecuali malaikat, seluruh ciptaan yang hidup di air, darat dan udara ada dalam kuasanya. Tidak ada ciptaan yang tidak dalam otoritasnya. Begitu tingginya martabat manusia sehingga tidak ada ruang sekecil apapun untuk melecehkan orang lain. Tidak ada hukum yang membenarkan tindakan yang merendahkan martabat orang lain. 

Setiap tindakan yang melawan hak azasi manusia akan mendapat hukuman. Di negara bagian Colorado, Amerika Serikat misalnya, seorang warga Arab dihukum 28 tahun penjara karena melakukan pelecehan seksual kepada seorang pembantu dari Indonesia.

Seseorang tidak berhak melecehkan orang lain. Masyarakat manapun tidak berhak untuk merendahkan masyarakat yang lain; bangsa manapun tidak berhak menghina bangsa yang lain. Tiap individu, masyarakat dan bangsa memiliki martabat yang sama.Dalam konteks bernegara, martabat individu tercitra dalam bentuk kedaulatan bangsa. Individu (suami dan isteri) membentuk keluarga, keluarga membentuk masyarakat, dan masyarakat membentuk bangsa. 


Harga diri adalah pandangan keseluruhan dari individu tenang dirinya sendiri. Penghargaan diri juga kadang dinamakan martabat diri atau gambaran diri. Harga diri tak ternilai; nilainya bersifat kekal. Sekalipun sifat ini sudah melekat, dibutuhkan usaha-usaha yang giat untuk meraihnya. Sifat kekekalan ini tidak bisa digusur oleh sesuatu yang bersifat materi, status sosial, maupun penampilan: uang, harta, jabatan, popularitas, kesuksesan dan perawakan. Seburuk apapun status sosial seseorang, sifat kekekalan ini melekat pada dirinya. 

Disengaja atau tidak, sifat kekekalan sering diabaikan. Bahwa diri begitu berharga sering dilupakan. Akibatnya, kita malu, kita tidak punya rasa percaya diri, kita tidak punya keberanian, kita sungkan bicara di hadapan orang karena kondisi ekonomi yang sulit, tidak sukses, tidak punya pekerjaan yang baik, atau tidak punya status sosial yang baik. Etika kita didikte oleh keadaan ekonomi, status sosial atau kegagalan kita. Tunggu dulu. Itu adalah konsep-konsep yang salah tentang penilaian diri. Anda dan saya harus berusaha mengangkat martabat kita masing-masing. Harga diri harus diraih. 


Berikut ada lima (5) langkah untuk mengangkat harga diri; tips yang membuat Anda harus putar otak. 

  • Pertama, pahamilah bahwa Anda adalah ciptaan Tuhan.
Anda sangat berharga. Sekalipun tubuh Anda terbuat dari debuh tanah, tetapi kita adalah ciptaan paling berharga. Tuhan Yang Maha Esa memberikan hidup dan menanamkan kekekalan dalam diri Anda. Harga diri Anda tak ternilai dan ini tidak dapat digusur oleh uang, kekayaan, harta, jabatan, keberhasilan, kesuksesan, atau ketenaran.


  • Kedua, Anda harus berjuang untuk mengangkat harga diri Anda.
Sekalipun secara natur sifat kekekalan melekat pada diri Anda, itu tidak berarti Anda tidak berusaha mengangkat martabat. Anda belum mencapai manusia seperti yang dikehendaki Tuhan Yang Maha Esa. Potensi yang tersimpan dalam diri Anda belum tergali seluruhnya. Anda harus mengeksplorasi nilai-nilai yang berharga dalam diri Anda dan hidup sesuai dengan etika-etika yang luhur dan hukum alam.


  • Ketiga, singkirkan atau bendunglah segala tindakan yang mengandung atau yang bisa menyulut pelecehan harga diri. 
Tindakan Anda atau tindakan orang lain bisa mengandung benih pelecehan harga diri. Apakah itu di rumah, kantor, pertemuan-pertemuan sosial, bahkan pertemuan yang spontan di jalan, tindakan yang merendahkan harga diri bisa terjadi. Kata-kata dan tindakan, disadari atau tanpa disadari, bisa meremehkan martabat orang. Berusahalah agar martabat orang lain dan martabat Anda sendiri tidak direndahkan. Bila ada yang melakukannya, berusahalah untuk mencegahnya.


  • Keempat, mulailah mengangkat harga diri Anda dan harga diri orang lain.
Bila Anda sebagai pimpinan atau atasan, terapkanlah itu di kantor Anda. Tidak mudah meminta orang lain menghormati harga diri orang lain kecuali Anda sendiri juga menghargai eksistensi orang lain. Berusahalah untuk terus menjaga harga diri. Semangat Anda jangan luntur hanya karena orang lain tidak mau menghormati harga diri.

Mencius berkata, "Tinggal di rumah yang penuh kebajikan, berdiri di tempat yang layak dan berjalan di jalan kebenaran adalah jalan orang benar. Jika ambisinya terpenuhi, ia akan memimpin orang lain mengikuti Jalannya. Jika ambisinya tidak terpenuhi, ia akan melaksakan Jalannya sendirian."


  • Kelima, carilah pengertian tentang harga diri. Anda bisa membaca buku-buku tentang harga diri.
Bila Anda sebagai atasan atau pimpinan di kantor, Anda bisa meminta agar pelatihan tentang harga diri diberikan kepada pekerja. Wawasan bisa terbuka kalau ada pencerahan. Bisa juga Anda mendiskusikan topik harga diri dengan keluarga atau teman-teman Anda.

Melalui diskusi, benih bisa tertabur. Bila Tuhan menghendaki, benih yang Anda tabur bisa merubah hidup orang lain. Kapan benih itu tumbuh- serahkanlah itu kepada Tuhan.

Semoga tips ini bisa membantu untuk mengangkat harga diri Anda.

Sumber : http://www.putra-putri-indonesia.com/.

Rabu, 28 Agustus 2013

Kisah 3 kaleng Coca-cola


Ada tiga kaleng coca cola, ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama. Ketika tiba harinya, sebuah truk datang ke pabrik, mengangkut kaleng-kaleng coca cola dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian.

Pemberhentian pertama adalah supermarket lokal. Kaleng coca cola pertama diturunkan di sini. Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng coca cola lainnya yang diberi harga Rp.4.000,00.

Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar. Di sana, kaleng kedua diturunkan. Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp.7.500,00.

Pemberhentian terakhir adalah hotel bintang 5 yang sangat mewah. Kaleng coca cola ketiga diturunkan di sana. Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas. Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan. Dan ketika ada yang pesan, kaleng ini dikeluarkan bersama dengan gelas kristal berisi batu es. Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng coca cola itu, menuangkannya ke dalam gelas dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan. Harganya Rp.60.000,00.

Sekarang, pertanyaannya adalah : Mengapa ketiga kaleng coca cola tersebut memiliki harga yang berbeda padahal diproduksi dari pabrik yang sama, diantar dengan truk yang sama dan bahkan mereka memiliki rasa yang sama?

Jawabnya adalah karena ketiga kaleng Coca-cola tsb berada pada lingkungan yg ber-beda2.

Demikian juga dengan diri anda..


Lingkungan Anda mencerminkan harga Anda. Lingkungan berbicara tentang RELATIONSHIP.

Apabila Anda berada di lingkungan yang bisa mengeluarkan terbaik dari diri anda, maka Anda akan menjadi cemerlang.

Tapi bila Anda berada di lingkungan yang meng-kerdil- kan diri Anda, maka Anda akan menjadi kerdil.

Orang yang sama, bakat yang sama, kemampuan yang sama + lingkungan yang berbeda = NILAI YANG BERBEDA.

Sumber : https://www.facebook.com/YangDikasihiAllah