Minggu, 24 Agustus 2014

Mengenal Manfaat Positif Menari untuk Anak-Anak, "Selain Demi Kelestarian Budaya Indonesia" !


Mungkin Anda beranggapan dengan mengajarkan aneka tarian kepada anak, itu sekadar untuk melestarikan budaya Indonesia saja. Jangan salah, tarian yang berkembang saat ini di Indonesia tak sebatas itu saja, tapi juga tarian modern.

Sebab, manfaat menari untuk anak-anak tak hanya untuk memperkenalkan dan melestarikan tarian daerah saja. "Untuk anak-anak sendiri, menari itu punya banyak manfaat," kata Hamdy Fabas, Penari Profesional Indonesia, kepada Kompas Female, saat acara konferensi pers Grand Final Mintz Gokilz Dance Competition di Parsley Resto, Yogyakarta, Jumat (22/8/2014) lalu.

Hamdy mengatakan, anak-anak yang diajarkan menari sejak kecil akan mendapatkan banyak keuntungan positif. "Ketika mereka mengenal tari sejak kecil, anak-anak akan lebih mudah menangkap beat dan irama musik," katanya.

Selain itu, ia juga mengatakan, anak-anak yang belajar menari dianggap lebih disiplin, terutama jika mereka belajar menari secafa formal (akademi). Ketika belajar di akademi atau kursus menari, anak-anak tak cuma akan belajar teknik atau gerakan menari saja, mereka juga akan belajar hidup disiplin dan juga taat aturan.

"Mereka juga nantinya akan lebih mudah bergaul, karena secara tak langsung, menari itu akan meningkatkan kepercayaan diri anak-anak. Kepercayaan diri yang meningkat pun akan membuat pergaulan juga semakin luas," ujarnya.

Penulis : Christina Andhika Setyanti
Editor : Syafrina Syaaf
http://female.kompas.com/, Minggu, 24 Agustus 2014, 20:00 WIB.



Beredar "Gambar Uang NKRI", BI : Itu Uang Palsu, Uang NKRI Tidak Berkurang Angka Nol !

Uang redenominasi. @liputan6.com
Gambar Uang NKRI, Rp. 20 bergambar mirip Capres Prabowo !

Akhir ini masyarakat Indonesia tengah digegerkan dengan uang palsu NKRI, namun, Bank Indonesia atau yang sering kita kenal dengan BI langsung menyanggah dengan mengatakan bahwa uang NKRI adalah palsu dan bukan bikinan BI.

“Itu salah (bukan uang NKRI). Itu uang contoh waktu itu ada slide presentasi konsultasi publik tentang redenominasi,” ucap Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Pieter Yakobs pada hari Rabu (13/8/2014).

Uang NKRI, belum lagi beredar, kini ramai beredar gambar 3 mata uang yang disebut sebagai uang NKRI yang akan diluncurkan bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-69 pada 17 Agustus 2014.

Ia juga mengungkapkan jika uang NKRI tidak mengalami perubahan dengan melakukan pemotongan angka nol seperti gambar yang ramai beredar di gambar – gambar Google.


Selain itu, dalam wawancaranya ia juga mengungkapkan bahwa mata uang NKRI ini akan memiliki nilai yang sama seperti sebelumnya. Saat ini uang yang beredar terdiri dari pecahan Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 50.000, dan Rp 100.000.

Dia pun juga meminta masyarakat  bersabar untuk mendapatkan uang NKRI ini karena akan segera diedarkan dalam hitungan hari saja.

Seperti diketahui, uang NKRI bisa diperoleh masyarakat terhitung pada 18 agustus 2014. Nilai tukar ini akan diedarkan secara resmi melalui bank, di mana masyarakat dapat memperolehnya melalui penukaran, atau bertransaksi di bank maupun melalui anjungan tunai mandiri (ATM).

Uang NKRI ini rencananya akan resmi dikeluarkan di Indonesia pada tanggal 15 Agustus 2014 atau tepatnya esok hari dimana presiden saat ini, Susilo Bambang Yudhoyono yang akan meresmikan uang NKRI secara langsung, selain meresmikan uang NKRI, presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga akan pidato nota yang akan dilakukan di gedung DPR RI.

Dia mengatakan, tujuan peredaran uang ini adalah untuk menggantikan uang rupiah yang telah beredar dan kondisinya sudah tak layak menjadi alat tukar lagi seperti lusuh atau robek.

Untuk diketahui penerbitan uang NKRI ini untuk melaksanakan amanat dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 mengenai Mata Uang.



BI : Uang NKRI Tidak Berkurang Angka Nol !


Bank Indonesia (BI) membantah desain uang rupiah yang beredar di dunia maya merupakan desain uang dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang akan diterbitkan pada 17 Agustus 2014. BI juga membantah uang NKRI yang akan terbit merupakan hasil redenominasi rupiah.  

Ia menyatakan, uang rupiah kertas yang akan diterbitkan pada 17 Agustus 2014 memiliki ciri umum sebagaimana diatur dalam UU No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

Berikut ciri mata uang NKRI yang akan diluncurkan bank sentral:
a. Gambar lambang negara, Garuda Pancasila
b. Frasa Negara Kesatuan Republik Indonesia
c. Sebutan pecahan dalam angka dan huruf sebagai nilai nominalnya
d. Tanda tangan pihak pemerintah dan Bank Indonesia
e. Nomor seri pecahan
f. Teks "Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia Mengeluarkan Rupiah Sebagai Alat Pembayaran yang Sah Dengan Nilai…
g. Tahun emisi dan tahun cetak

Ia juga menegaskan, RUU Redenominasi saat ini masih dalam pembahasan di DPR RI dan belum ditetapkan. "Dengan demikian, kebijakan redenominasi rupiah belum diimplementasikan dalam waktu dekat," tambahnya.

Redenominasi Mata Uang Rupiah
Isu redenominasi mata uang rupiah

"Gambar tersebut bukan merupakan gambar uang rupiah yang akan diterbitkan," sebut Direktur Departemen Komunikasi BI Peter Jacobs dalam siaran persnya. Rencananya, BI memang akan meluncurkan uang NKRI pada 17 Agustus 2014 mendatang.

Masyarakat tengah antusias menanti kehadiran uang baru yang disebut uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Belum lagi beredar, kini ramai beredar gambar tiga mata uang yang disebut sebagai uang NKRI yang akan diluncurkan bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-69 pada 17 Agustus 2014.

Lantas apakah benar itu uang NKRI yang baru? Bank Indonesia (BI), instansi yang bertugas mengeluarkan dan mengawasi peredaran uang di Indonesia ternyata membantahnya.

"Itu salah (bukan uang NKRI). Itu uang contoh waktu itu ada slide presentasi konsultasi publik tentang redenominasi," ujar Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Pieter Yakobs seperti dilansir Liputan6.com, Rabu, 13 Agustus 2014.

Dia mengungkapkan jika uang NKRI baru tidak mengalami pemotongan angka nol seperti yang terlihat pada gambar yang beredar. Memang dari gambar yang beredar, terlihat jika ada pemotongan angka nol yang disebut dengan redenominasi.

Selain itu, kata dia, mata uang NKRI ini akan memiliki nilai yang sama seperti sebelumnya. Saat ini uang yang beredar terdiri dari pecahan Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 50.000, dan Rp 100.000.

Dia pun meminta masyarakat bersabar untuk mendapatkan uang NKRI ini karena akan segera diedarkan dalam hitungan hari saja.

Seperti diketahui, uang NKRI bisa diperoleh masyarakat terhitung pada 18 agustus 2014. Nilai tukar ini akan diedarkan secara resmi melalui bank, di mana masyarakat dapat memperolehnya melalui penukaran, atau bertransaksi di bank maupun melalui anjungan tunai mandiri (ATM).

Uang NKRI ini akan resmi disebutkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menyampaikan pidato nota keuangan APBN 2015 di Gedung DPR RI pada 15 agustus 2014.

Dia mengatakan, tujuan peredaran uang ini adalah untuk menggantikan uang rupiah yang telah beredar dan kondisinya sudah tak layak menjadi alat tukar lagi seperti lusuh atau robek.


Untuk diketahui penerbitan uang NKRI ini untuk melaksanakan amanat dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 mengenai Mata Uang.

Sesuai dengan undang-undang, uang NKRI nanti akan terdapat gambar lambang negara Garuda Pancasila, frasa Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tanda tangan pihak pemerintah dalam hal ini Menteri Keuangan dan Bank Indonesia. 

Penyusun : Yohanes Gitoyo, S Pd.
Sumber :
  1. http://atjehpost.co/, dikutip dari sumber: Liputan6.com, 13 August 2014 - 19:08 pm.
  2. http://bisniskeuangan.kompas.com/, Selasa, 24 Juni 2014, 13:23 WIB.
  3. http://www.pekanbaru.co/, Jumat, 15 Agustus 2014 - 01:45 WIB 

Benarkah Anak Perempuan Lebih Unggul dalam Aritmatika?


Selama ini banyak anggapan bahwa anak laki-laki akan selalu lebih unggul dalam segala bidang termasuk ilmu pengetahuan, namun ada penelitian mengenai anak perempuan lebih unggul dalam aritmatika. Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Psychological Science, sebuah jurnal dari Association for Psychological Science, menemukan bahwa keunggulan anak perempuan dalam bidang matematika berdasarkan kemampuan bahasa atau verbal yang lebih unggul.

"Orang-orang selalu berpikir bahwa anak laki-laki lebih unggul dalam bidang matematika dan kemampuan imajinasi visual atau spasial sementara anak perempuan hanyalah unggul dalam bidang linguistik atau bahasa saja,” kata Xinlin Zhou dari Beijing Normal University, yang menulis penelitian dengan Wei Wei, Hao Lu, Hui Zhao, dan Qi Dong Beijing Normal University dan Chuanseng Chen.

Dari University of California, Irvine mengatakan, “Namun, beberapa orang tua dan guru di Cina mengatakan anak perempuan lebih unggul dalam bidang matematika ketimbang anak laki-laki pada saat sekolah dasar,”
Zhou dan rekan-rekannya melakkan serangkaian tes dengan anak usia 8 sampai 11 pada 12 sekolah dasar sekitar Beijing. Memang ternyata perempuan mengungguli anak laki-laki di banyak soal matematika. Mereka juga lebih baik pada tugas seperti pengurangan sederhana, dan perkalian kompleks.

Anak perempuan juga lebih baik pada perbandingan angka dan membuat perkiraan mengenai kecepatan, anak perempuan juga mengungguli anak laki-laki dalam menyelesaikan soal kelipatan angka. Sementara anak laki-laki lebih unggul pada persoalan bangun ruang tiga dimensi.

Anak perempuan juga lebih baik dalam menilai dan membuat kata berirama. Zhou dan rekan-rekannya berpikir mungkin ini kunci dari mengapa anak perempuan lebih unggul dalam aritmatika ketimbang anak laki-laki. “Aritmatika membutuhkan pengolahan verbal,” kata Zhou. Menghitung adalah kegiatan lisan, tabel perkalian dihafalkan melalui lisan dan ketika orang melakukan perhitugan beberapa digit angka mereka menyebutkan hasilnya dan menggunakan ingatannya dirangkai dalam bentuk kata-kata,”

Editor : Syafrina Syaaf
Sumber : Intisari Online, dikutip dari : http://female.kompas.com/, Minggu, 24 Agustus 2014, 20:30 WIB.